Kapolda Papua  Beberkan Kronologi Pembakaran Pesawat  MAF

Kapolda Papua Irjen Pol. Paulus Waterpau./FotO:Antara/ Evarianus Supar

 Acuantoday.com, Jakarta  – Kepala Polda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw, membeberkan kronologi perusakan dan pembakaran pesawat milik maskapai penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) di Bandara Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua,  Rabu (6/1).

Pesawat itu lepas landas dari Bandara Nabire pada pukul 07.00 WIT Rabu (6/1) menuju Kampung Pagamba, Distrik Mbiondoga, Kabupaten Intan Jaya, dengan membawa dua orang penumpang dan bahan bahan makanan.

Saat hendak mendarat di Bandara Kampung Pagamba, kondisi cuaca tidak mendukung, sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Nabire.

Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIT, pesawat terbang kembali terbang dari Bandara Nabire menuju Bandara Kampung Pagamba, Intan Jaya, dan berhasil mendarat secara mulus.

Saat pesawat dalam posisi berhenti di landasan, tiba-tiba muncul sekitar 10 orang tidak dikenal dari balik semak-semak menenteng senjata api laras panjang dan laras pendek.

Melihat itu, masyarakat yang berada di sekitar lapangan terbang langsung melarikan diri dan sekelompok orang bersenjata itu berjalan mendekati pesawat .

Mereka kemudian mengarahkan senjatanya kepada pilot, memintanya keluar dari pesawat dan duduk di tanah.

Tak lama berselang, sekelompok kawanan bersenjata api itu menurunkan barang-barang dari dalam pesawat. Setelah semua barang diturunkan, mereka merusaki pesawat berbaling-baling tunggal itu dan kemudian membakarnya.

Pilot pesawat, Alex Luferchek, berhasil melarikan  ke Kompleks Gereja di Kampung Togai, dengan berjalan kaki sekitar tiga jam.

Keesokan harinya yaitu pada Kamis (7/1), ia diterbangkan  dengan ke Bandara Nabire.

“Ada informasi lain yang kami terima bahwa seakan-akan itu terjadi akibat perebutan penumpang yang ingin naik ke dalam pesawat. Tapi informasi sifatnya sepihak yang perlu kami dalami kebenarannya,” kata Waterpauw. (Dika/Antara)

 

 

 

Comments

comments