Kapolri Perintahkan Kelompok MIT Segara Ditangkap

Kapolri Jenderal Idham Azis saat rapat kerja dengan Komisi III DPR RI secara virtual di Jakarta, Rabu (30/9). Rapat membahas pengungkapan kasus-kasus aktual./Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta–Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan jajarannya segera meringkus kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT) yang lari ke persembunyiannya usai membantai satu keluarga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Tak hanya itu. Kapolda Sulteng juga diminta untuk sementara berkantor di daerah Poso, yang dianggap sebagai lokasi perburuan kelompok teroris pimpinan Ali Kalora itu. 

“Perintah Kapolri hari Selasa 1 Desember 2020, Kapolda Sulteng berkantor di Poso dan di backup oleh tim terbaik Bareskrim Polri,” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan resmi, Rabu (2/12).

Idham, melalui Argo mengatakan, aparat kepolisian dan TNI telah mengerahkan pasukan untuk mengejar MIT yang disinyalir bersembunyi di daerah pegunungan. 

Mereka yang dikerahkan di antaranya Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, TNI, hingga tim intelijen.

“Kapolri tegas kalau negara tidak boleh kalah dengan kelompok teror. Tembak saja kalau mereka melawan,” kata Argo.

Polri telah menetapkan 11 buron dari MIT yang dianggap bertanggung jawab atas tragedi pembantaian pada 27 November itu. 

Buron itu antara lain Ali Ahmad alias Ali Kalora yang tak lain selaku pimpinan dari kelompok teror MIT. Ia adalah sosok penerus teroris Santoso yang mati terbunuh dalam baku tembak dengan aparat kepolisian empat tahun lalu.

Kemudian, buron lainnya ialah Qatar alias Farel; Askar alias Jaid alias Pak Guru; Abu Alim alias Ambo; Nae alias Galuh; Khairul alias Irul; Jaka Ramadhan alias Ikrima; Alvin alias Adam alias Alvin Anshori; Rukli; Suhardin alias Hasan Pranata; dan Ahmad Gazali.

Polri mengakui kesulitan dalam memburu mereka, sebab bersembunyi di medan yang sulit dilalui dan kerap kali berpindah tempat. 

“Karena memang permasalahan yang saya sampaikan bahwa rentang wilayahnya memang mereka selama ini dari Poso kemudian Parimo Parigi Moutong kemudian ke Sigi di pegunungan di atas 2.500 MDPL,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono, Selasa (2/11) kemarin. (rwo)

Comments

comments