Kapolsek dan Wakapolsek Tanah Abang Terpapar COVID di Hajatan Putri Rizieq

Polisi mengalihkan jalan KS Tubun-Tanah Abang karena gelaran hajat Rizieq Shihab, Sabtu (14/11) malam./Foto: Acuantoday.com (Rahmat)

Acuantoday.com, Jakarta- Klaster baru penularan COVID-19 Petamburan ternyata memakan korban dari kalangan aparat kepolisian. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengonfirmasi bahwa Kapolsek Tanah Abang AKBP Singgih Hermawan dan Wakapolsek-nya Kompol Sri Wahyudi terjangkit virus corona.

Dari hasil tracing, keduanya diduga kuat terpapar virus corona saat tengah bertugas mengamankan acara pernikahan putri Rizieq Shihab.

Dengan begitu, sudah ada tiga stakeholder yang kena virus corona dari klaster tersebut. Sebelumnya, Lurah Petamburan Setiyanto, juga terkonfirmasi positif.

“Mudah-mudahan kami doakan ketiga beliau ini yang bertugas melakukan kegiatan kemasyarakatan bisa segera dipulihkan kesehatannya, normal kembali hingga bisa melayani masyarakat,” kata Fadil dalam keterangan tertulis, Minggu (22/11).

Senada dengan temuan Satgas Nasional COVID-19, Fadil mengatakan kini ada tambahan tiga klaster baru penyebaram virus, yakni klaster Bandara Soekarno-Hatta, Tebet, dan Petamburan. Semua klaster ini merupakan imbas dari rangkaian acara Rizieq.

Klaster Bandara Soekarno-Hatta sendiri akibat dari kerumunan massa saat momen penjemputan Rizieq setibanya di Indonesia pada Selasa (10/11).

Berikutnya klaster Tebet, dipicu kerumunan massa yang terjadi dalam acara Maulid Nabi SAW yang dihadiri Rizieq pada Jumat (13/11).

Sedangkan klaster Petamburan muncul akibat kerumunan massa saat berlangsungnya acara pernikahan putri Rizieq pada Minggu (15/11) lalu.

Imbas acara Rizieq di atas, Kementerian Kesehatan mencatat sejauh ini terdapat 80 kasus baru terkonfirmasi postif virus corona. Rinciannya, 50 kasus didapat dari klaster Petamburan dan 30 kasus dari klaster Tebet.

Sementara itu, juga masih menunggu hasil pemeriksaan 15 kasus baru yang berpotensi muncul akibat acara Rizieq di Megamendung, Bogor pada Jumat (13/11).

“Kami mengimbau bagi masyarakat yang kontak erat dan sudah mengikuti kegiatan di Bandara Soekarno Hatta, Petamburan, Tebet dan Megamendung untuk segera melakukan isolasi mandiri,” kata Muhammad Budi Hidayat, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dalam jumpa pers di BNPB, Minggu.

Merespons hal ini, Fadil lantas menghelat kegiatan rapid test massal, seraya menempuh langkah 3 T: testing, tracing dan treatment.

“Kami memastikan bahwa masyarakat yang terkonfirmasi positif bisa dilakukan tracing kontak erat untuk memutus mata rantai dan juga memastikan mereka bisa segera mendapatkan perawatan yang memadai,” tuturnya.

Munculnya tiga klaster baru ini, kata Fadil, seyogianya dijadikan pembelajaran bahwa jangan ada lagi pihak, entah siapa pun itu melanggar protokol kesehatan. Terlebih kini, tren positif corona di Jakarta belum terlihat tanda-tanda penurunan dan ibu kota pun masih giat-giatnya menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (rwo)

Comments

comments