Kasus Baru CPVID 19 Melonjak, Korea Selatan Tutup Sekolah

Para pejalan kaki dengan memakai masker dan payung berjalan saat hujan di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Kamis (19/11), di tengah pandemi COVID-19/Foto:Reuters/Heo Ran

Acuantosday.com, Seoul – Pemerintah Korea Selatan menutup sekolah di Ibu Kota Seoul dan sekitarnya mulai Selasa (15/12).

Langkah itu diambil karena lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini lebih parah dari  “puncak wabah” di negara itu, Februari lalu.

Para siswa di seputar Seoul  akan belajar secara daring hingga akhir bulan ini.

Penutupan sekolah itu merupakan suatu langkah menuju penerapan aturan pembatasan jarak sosial fase III–yang diperkirakan akan membuat Korea Selatan menutup negaranya.

Aturan karantina wilayah fase III, membatasi hanya pekerja sektor esensial yang diizinkan bekerja. Pertemuan sosial dibatasi maksimal sepuluh orang.

“Pemerintah tidak akan ragu mengambil keputusan untuk naik ke fase III jika memang hal itu dianggap perlu, karena harus pula mempertimbangkan opini dari kementerian yang terkait, pemerintah daerah, serta para pakar,” kata Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDA) Senin(14/12) mencatat sebanyak 718 kasus baru COVID-19, turun dari rekor pertambahan harian sebesar 1.030 di hari sebelumnya.

Dari kasus baru tersebut, sebanyak 682 di antaranya adalah penularan lokal. Sebagian besar kasus baru muncul di Seoul, Incheon, dan Provinsi Gyeonggi, yang total penduduknya mencapai 25 juta jiwa. (Rima/Ant/Reuters)

 

 

Comments

comments