Kasus COVID-19 di AS Lewati Delapan Juta

Sejumlah warga duduk di bagian yang digarisi, dibuat untuk mempromosikan jarak sosial sebagai upaya memerangi penyebaran virus corona (COVID-19), sambil menikmati pemutaran film yang menjadi bagian dari Movir Nights bersama Tribeca Film Festival di Backyard, Hudson Yard, Manhattan, New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2020). REUTERS/Andrew Kelly

Acuantoday.com – Dalam waktu kurang dari satu bulan kasus positif COVID-19 di Amerika Serikat meningkat satu juta kasus. Per Kamis(15/10) kemarin total pasien COVID 19 mencapai lebih dari delapan juta orang.

Sejak WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada Maret 2020, di Amerika Serikat tercatat lebih dari 217.000 orang tewas.

Rabu (14/10) terdapat 60.000 kasus positif baru COVID 19, tertinggi sejak 14 Agustus 2020.

Para ahli kesehatan telah lama memperingatkan suhu dingin dapat mempengaruhi penyebaran virus SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.

Kembalinya pelajar ke sekolah dan kampus diduga mempengaruhi pertambahan kassu baru itu.

Seluruh negara bagian di Midwest dan wilayah utara pada empat minggu terakhir melaporkan kasus positif yang jauh lebih banyak daripada angka pada empat minggu sebelumnya. Kasus positif di Wisconsin, South Dakota, dan New Hampshire naik dua kali lipat.

Kasus harian di Midwest sempat mencapai angka tertinggi, Rabu, yaitu melewati 22.000 jiwa, sementara itu tingkat hasil tes positif di South Dakota naik 30 persen dan 20 persen di Idaho serta Wisconsin.

Sebanyak 10 negara bagian Amerika Serikat, Kamis, melaporkan kasus harian tertinggi. Di Wisconsin, misalnya, otoritas setempat melaporkan 4.000 pasien positif baru.

“Jumlah pasien positif tinggi dan mereka terus bertambah,” kata Kepala Dinas Kesehatan Wisconsin, Andrea Palm..

California masih jadi negara bagian dengan kasus positif COVID-19 terbanyak di AS, diikuti oleh Texas, Florida, New York, dan Georgia. Sekitar 40 persen dari total kasus positif di AS berasal dari lima negara bagian tersebut.

Otoritas Kota New York pun menutup sekolah dan sejumlah tempat usaha di zona merah, meskipun kebijakan itu diprotes oleh kelompok religius Yahudi Ortodoks.

Sementara itu sejumlah rumah sakit di beberapa negara bagian mengaku kewalahan merawat pasien COVID-19.

Jumlah pasien COVID-19 yang diopname di wilayah Midwest mencapai angka tertinggi dalam waktu 10 hari berturut-turut, Rabu. Setidaknya, ada 37.000 pasien COVID-19 yang dirawat di seluruh wilayah AS — angka tertinggi sejak 28 Agustus 2020. (Eka/Antara)

 

Comments

comments