Kasus Narkoba di Bantul Meningkat saat Pandemi COVID

Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah.. (Foto : haidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul merilis laporan bahwa di masa pandemi Covid-19 ternyata kasus narkotika di wilayahnya meningkat.

Menurut Kepala BNNK Bantul Arfin Munajah, selama tahun 2020 pihaknya telah melakukan dua kali penangkapan dengan jumlah tersangka mencapai 3 orang. Jumlah ini melebihi dari target dan hasil tankapan BNNK pada 2019 lalu.

“Di 2019 ada satu kasus yang berhasil kami tangani. Di 2020 target kami hanya satu kasus, tapi berhasil menyelesaikan 2 kasus dengan 3 tersangka. Artinya memang, pandemi tidak membuat peredaran narkoba mengalami penurunan,” kata Arfin, Senin (1/2/2021).

Selain jumlah kasus yang meningkat, Kasubag Umum BNNK Bantul Budi Suryono menambahkan, pihaknya juga mencatat ada peningkatan jumlah barang bukti. Di mana pada 2020 ada 120 gram sabu-sabu yang berhasil diamankan.

“Padahal pada 2019 hanya dapat 90 gram,” katanya.

Di sisi lain, Arfin mengatakan, target BNNK Bantul sejatinya bukan hanya pemberantasan, namun juga pencegahan, rehabilitasi, dan assesmen terpadu.

Pada 2019 telah ada 20 orang penyalahgunaan narkoba yang berhasil direhabilitasi. Jumlah itu dalam perkembangannya meningkat menjadi 65 orang pada 2020. “Dari jumlah itu, ada 20 orang di BNN. Padahal target kami hanya 10 orang saja,” tambah Arfij.

Mereka yang direhabilitasi tersebut, lanjutnya, rata-rata dirawat di Klinik Rehabilitasi Pratama Abhipraya. Di mana, mereka akan mendapat konseling sebanyak delapan kali untuk pemulihannya.

“Di tempat ini dilakukan assesment. Apakah perlu dirawat inap atau dirujuk ke tempat rehabilitasi yang lebih tinggi nantinya,” terang Arfin.

Ia mengemukakan, saat ini pihaknya terus mendorong kepada masyarakat untuk menjauhi narkoba. Karena data dari kepolisian ada tren peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba dalam beberapa waktu terakhir.

“Maka dari itu, pencegahan ini terus kami galakkan kepada masyarakat agar tak terjerumus atau tergiur menggunakan barang tersebut,” ucapnya. (Chaidir)

Comments

comments