Kasus Pelecehan Karikatur Nabi Muhammad SAW, Semua Pihak Diminta Dapat Mengambil Pelajaran

Ilustrasi - Sejumlah wanita muslimat memprotes pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron akan menindak ekstremisme Islam, termasuk menutup masjid dan organisasi yang dituduh mengobarkan radikalisme dan kekerasan pasca pembunuhan pelaku pelecahan karkastur Nabi Muhammad. /Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Semua pihak diminta dapat mengambil pelajaran dari aksi pelecehan terhadap umat Islam, lewat karikatur Nabi Muhammad SAW.

Aksi yang dilakukan berulang kali dan dilakukan oleh orang yang berbeda, warga negara yang berbeda serta lintas generasi yang berbeda ini dinilai telah banyak menimbulkan kerugian terutama korban jiwa.

Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahean mengaku prihatian. Ia mengecam aksi pelecehan terhadap umat Islam, lewat karikatur Nabi Muhammad SAW dan juga menyesalkan sikap main hakim sendiri pembunuhan terhadap pelaku pelecehan.

“Saya mengecam pelecehan agama Islam atas penayangan karikatur nabi Muhammad SAW di Prancis. Kebebasan tak boleh menyakiti siapapun.” Tulis Ferdinand dikutip akun twitternya, Kamis (29/10).

Namun, Ferdinand juga mengutuk pembunuhan terhadap warga Prancis atas nama Agama. Ferdinand mengucapkan belasungkawa kepada korban.

“Saya jg mengutuk pelaku pembunuhan keji, pemenggalan kepala warga Prancis yg dilakukan atas nama membela agama. BELASUNGKAWA BG KELUARGA KORBAN..!” Tulisnya.

Aksi pembunuhan terhadap seorang guru di Prancis, Samuel Paty (47), buntut dari karikatur Nabi Muhammad SAW. Pembunuhan itu mendorong presiden Prancis, Emmanuel Macron, berjanji untuk menindak ekstremisme Islam, termasuk menutup masjid dan organisasi yang dituduh mengobarkan radikalisme dan kekerasan. (rht)

Comments

comments