Kasus Penyidik Terima Suap Dinilai Eks Jubir Imbas dari Pemilihan Ketua KPK

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan keterangan pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Kasus terciduknya penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju yang menerima uang dari tersangka Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, makin melebar.

Eks Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkit kontroversi pemilihan Ketua KPK Firli Bahuri telah memberi imbasnya pada kinerja lembaga anti korupsi tersebut termasuk para personel dan penyidik di dalamnya.

“Pertama dari revisi UU KPK sendiri, kedua pemilihan pimpinan KPK yang awalnya memang kontroversi dan banyak sekali kritik dari publik,” kata Febri di Jakarta, Minggu (25/4/2021).

Mantan peneliti hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menilai, titik balik kemunduran KPK bermula dari revisi terhadap UU KPK yang ditolak banyak pihak namun tetap saja berlanjut.

“Memang tidak semuanya berkonsekuensi langsung akibat revisi UU KPK. Tetapi beberapa kontroversi-kontroversi hari ini tidak lepas darinya,” ujarnya.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu pun menyebut sederet masalah yang dalam waktu singkat menghinggapi KPK, mulai dari perubahan struktur, kenaikan gaji, tidak tertangkapnya buronan, hingga pelanggaran kode etik yang dilakukan pimpinan KPK.

“Ada banyak lagi revisi struktur kemudian rencana kenaikan gaji pimpinan. Bahkan pelanggaran etik Ketua KPK sendiri yang sudah terbukti. Dan, Harun Masiku yang tidak pernah ditemukan sampai dengan saat ini. Deretan kontroversi itu terjadi dalam waktu tidak terlalu lama sebenarnya di KPK,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments