Kasus Positif Baru Tambah 5.504, Total 1.552.880 Terpapar Covid

Dokumen - Pemeriksaan delapan ASN dari sekretariat dan satu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok itu, semuanya diperiksa dengan Reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) dan tes cepat molekuler (TCM)/Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Kasus positif virus corona bertambah 5.504 hari ini, Kamis (8/4/2021). Dengan penambahan tersebut, total kasus positif orang terpapar virus corona telah mencapai 1.552.880 kasus.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, penambahan kasus baru diimbangi dengan penambahan jumlah pasien sembuh yang hari ini tercatat sebanyak 7.640 pasien sembuh. Total pasien sembuh dari Covid mencapai 1.399.382 pasien sembuh.

Pasien meninggal dunia juga mengalami penambahan sebanyak 163 kasus kematian sehingga total kasus kematian sejak pandemi diketahui telah menyebar di tanah air telah mencapai 42.227 orang meninggal dunia karena virus corona.

Sementara kasus aktif tercatat sebanyak 111.271. Jumlah suspek per hari ini pukul 12.00 WIB di Indonesia ada 58.214, dan pemeriksaan spesimen sebanyak 73.416 yang dites di seluruh laboratorium kesehatan di seluruh Indonesia.

Pemerintah masih terus berupaya menanggulangi pandemi virus corona di tanah air termasuk dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Program vaksinasi juga terus dijalankan. Saat ini tenaga kesehatan, lansia, serta petugas pelayanan publik juga mulai menerima suntikan vaksin. Per hari ini total yang telah menerima vaksin mencapai 9.309.809, dan 4.665.191 di antaranya telah mendapatkan suntikan dosis kedua.

Terbaru, pemerintah melarang masyarakat mudik jelang Idulfitri tahun ini. Mudik lebaran dilarang mulai 6-17 Mei 2021 demi mencegah lonjakan kasus baru virus corona.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan perjalanan keluar daerah sebelum dan sesudah tanggal 6-17 Mei. Pemerintah bakal menjatuhkan sanksi yang nekat mudik. Namun rincian sanksi masih dibahas oleh pemerintah.

Pengecualian larangan mudik 2021 akan diberikan kepada pihak yang hendak melakukan perjalanan dengan beberapa kriteria tertentu yang akan dikaji lebih lanjut.

Sementara pelaksanaan ibadah salat tarawih diizinkan oleh pemerintah dilakukan di masjid/musala selama ramadan, dengan jumlah jemaah dibatasi paling banyak 50 persen dari kapasitas.(har)

Comments

comments