Kebakaran Gedung Kejagung, 12 Saksi akan Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam Nomor 1, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu (22/8/2020). Kebakaran berlangsung selama hampir 11 jam dan baru berhasil dipadamkan pada Minggu (23/8/2020) sekitar pukul 06.28 WIB./Foto:Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta- Penyidik Bareskrim Mabes Polri secara bertahap mulai melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap 12 dari 131 saksi dalam kasus kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung).

“12 saksi yang mau dipanggil adalah mereka yang mengetahui pasti peristiwa kebakaran. Karena sudah naik penyidikan maka saksi yang kemarin diperiksa lagi dengan panggilan resmi,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis yang diterima Acuantoday.com, Minggu (20/9/2020).

Tak dijelaskan, apakah ke 12 saksi yang menjalani pemeriksaan lanjutan secara bertahap mulai besok (21/9/2020) itu merupakan pihak-pihak yang dinilai akan ditingkatkan statusnya dari saksi menjadi tersangka.

Yang pasti, pemeriksaan ke 12 saksi ini merupakan bagian penyidikan, setelah sebelumnya pada Jumat kemarin, Dirtipidum Bareskrim Brigjen Pol Ferdy Sambo memimpin gelar perkara peristiwa kebakaran Korps Adhyaksa itu.

Kendati gelar perkara rampung dilakukan, Polri mengambil sikap hati-hati untuk tidak terburu-buru mengumumkan hasilnya, termasuk dalam menetapkan tersangka.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) diperoleh kesimpulan sementara bahwa kebakaran gedung utama Kejagung diketahui berasal dari open flame yang menyala.

Sejauh ini pengusutan mengerucut pada dugaan pidana. Polri sudah memeriksa sebanyak 131 orang saksi dan melakukan pra-rekonstruksi. Hasilnya ditemukan dugaan unsur pidana.

Ke 131 saksi yang telah menjalani pemeriksaan itu adalah orang yang berada langsung di lokasi kebakaran, mulai dari pejabat Kejagung, petugas kebersihan hingga kuli bangunan yang pada saat kejadian tengah merenovasi ruangan.

Kesimpulan sementara bahwa kebakaran gedung utama Kejagung diketahui berasal dari open flame yang menyala. Penyidik Polri masih harus memastikan
apakah nyalanya open flame yang menjadi pemicu kebakaran tersebut karena unsur kesengajaan atau kealpaan.

Banyak spekulasi yang berkembang atas kebakaran di gedung Korps Adhyaksa tersebut mulai dari upaya penghilangan dokumen karena banyaknya pejabat terlibat dalam kasus-kasus besar seperti kasus pengemplang BLBI Djoko Tjandra, sampai gedung yang disebut sudah berusia tua sehingga tak layak digunakan lagi.(rwo/har)

Comments

comments