Kebangkitan Pariwisata Perlu Libatkan Travel Agent

Wisatawan menikmati suasana matahari terbit di kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (15/12/2018). Wisata alam menyaksikan matahari terbit dari candi Borobudur menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Acuantoday.com, Jakarta―Keterlibatan agen pariwisata (travel agent) dianggap bisa mendorong geliat pariwisata Indonesia.

Demikian ditegaskan Wakil Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Anton Sumarli seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/4).

Menurut Anton, peran agen perjalanan bisa mendorong sektor pariwisata secara luas, mengingat di dalam sebuah perjalanan wisata dengan menggunakan jasa agen perjalanan juga melibatkan elemen pariwisata lain seperti pemandu (tour guide), sopir, restoran yang disinggahi, dan lain sebagainya.

“Efek dominonya akan berdampak dan mendorong ekonomi Indonesia. Sehingga baik untuk buat kebijakan yang cukup bersahabat dengan kami,” kata Anton.

Ia kemudian memberikan contoh negara yang secara langsung melibatkan kehadiran agen perjalanan untuk menggerakkan pariwisata lokal, salah satunya adalah negeri jiran, Malaysia.

Mengutip dari TTG Asia, pemerintah Malaysia mewajibkan mereka yang beriwisata di wilayah dengan RMCO (recovery movement control order) seperti Perlis, Melaka, Pahang, Terengganu, Sabah, Putrajaya dan Labuan, harus menggunakan agen travel terdaftar, dan perusahaan harus mendapatkan persetujuan dari polisi sebelum melakukan perjalanan.

Perjalanan antarwilayah bagian dengan kapasitas pribadi masih tidak diperbolehkan.

“Kondisi di Indonesia berbeda dengan Malaysia. Kebanyakan behavior masyarakat lebih direct untuk beli via OTA (Online Travel Agency/Agen Perjalanan Daring), memilih booking dan beli sendiri,” kata Anton.

“Di Malaysia, pemerintahnya mewajibkan mereka yang berlibur untuk menggunakan jasa travel agent. Kalau menggunakan jasa travel, akan membantu ekonomi juga. Agent dampaknya banyak, ada variabel-variabel lain seperti guide, restoran, dan efek dominonya juga dapat,” imbuhnya.

Anton kemudian berharap para pelaku bisnis di sektor pariwisata, pemerintah, dan masyarakat sebagai wisatawan bisa terus patuh menerapkan protokol kesehatan, dan harus diawasi secara ketat demi mencegah transmisi penyebaran koronavirus (Covid-19).

“Disiplin dari pelaku industri dan masyarakat, semuanya harus mulai sadar diri. Sehingga nanti pandemi selesai, tidak ada yang terpapar dan bisnis yang terkapar,” pungkasnya. (adi)

Comments

comments