Keberhasilan Vaksinasi Jadi Faktor Penentu Pemulihan Ekonomi Nasional

Arsip Foto. Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1). /Foto:Antara/M Risyal Hidayat

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah meyakini keberhasilan program vaksinasi menjadi faktor penentu bagi pemulihan ekonomi nasional. Pasalnya, efek vaksinasi tidak hanya bagi penanganan Covid-19 semata, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam keberhasilan pemulihan ekonomi nasional.

“Kita punya kepentingan untuk pulih lebih cepat agar mampu memanfaatkan aliran modal masuk ke pasar dalam negeri, memperkuat fundamental ekonomi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, sebelum badai kembali datang,” kata Said Abdullah kepada wartawan, Senin (15/2).

Dijelaskan Said Abdullah, keberhasilan vaksinasi bisa mempercepat pengendalian penyebaran Covid-19, dan pemulihan ekonomi nasional. Sebaliknya, kegagalan vaksinasi akan membuat Covid-19 semakin tidak terkendali dan akan membuat bangsa ini semakin sulit untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

“Pada titik ini kita harus yakin program vaksinasi akan berhasil dengan baik,” ucapnya.

Politisi senior PDI Perjuangan ini melanjutkan, momentum keberhasilan pelaksanaan vaksinasi sangat penting bagi akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Apalagi, sejauh ini perekonomian nasional sudah melewati masa-masa genting.

Pada triwulan II 2020, pertumbuhan ekonomi terkontraksi hingga -5,32%. Tetapi setelah itu tren pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan angka membaik. Bahkan di triwulan III mulai membaik-3,24% dan triwulan IV sebesar -2,19%.

Dengan demikian, secara keseluruhan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2020 sebesar -2,07%. Semua indikator jelasnya, kata dia, baik dari sisi pengeluaran maupun dari lapangan usaha menunjukkan ke arah perbaikan.

“Melihat perbaikan tersebut, saya optimis keberadaan vaksin akan semakin mempercepat pengendalian penyebaran Covid-19 sehingga akan semakin mempercepat akselerasi pemulihan ekonomi nasional,” paparnya.

Selain program Vaksinasi, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap akan berlanjut pada tahun 2021. Ini penting guna membantu masyarakat yang terpapar dampak Covid 19, perlu terus ditingkatkan.

“Kita akan terus mengawal agar program PEN 2021, agar jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan tahun 2020. Serapan anggaran untuk program yang kurang efektif, perlu dievaluasi ulang untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pemulihan sektor UMKM,” jelasnya.

Menurut Said Abdullah, tantangan pemulihan ekonomi nasional tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi faktor eksternal juga sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, program vaksinasi harus sukses.

Keberhasilan vaksinasi dinilainya mampu membangun kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi perekonomian nasional, terutama masuknya investasi asing ke dalam negeri.

“Makin cepat pemulihan ekonomi sebuah negara, makin besar peluang negara tersebut mendapat limpahan investasi dan aliran modal masuk,” pungkasnya.

Lebih jauh Ketua DPP PDIP Bidang Perekonomian ini, beberapa negara menunjukkan keberhasilan penanganan Covid-19 dengan pemulihan ekonomi yang cepat. Contohnya Vietnam dengan kasus Covid-19 paling sedikit di Asia Tenggara.

Pada triwulan IV 2020, Vietnam mampu tumbuh sekitar 4,5%. Tiongkok juga menunjukkan segera pulih dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2020 sebesar 6,5%. (rht)

Comments

comments