Kejagung Minta Pisahkan Aset Pelaku Korupsi Kasus Jiwasraya

Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta—Pakar Hukum Pidana Universitas Padjajaran (Unpad), Somawijaya meminta Kejaksaan Agung (Kejagung) memisahkan mana aset pelaku kasus PT Asuransi Jiwasraya yang terkait korupsi dan mana yang didapat dari cara yang benar.

”Jadi kalau awalnya diduga dari hasil korupsi, dapat saja dilakukan penyitaan seluruhnya. Namun, perlu kehati-hatian ke depannya dalam mengusutnya terkait penyitaan aset tersebut,” kata Somawijaya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/3).

Guna menghindari penyitaan yang membabi buta, tegas Somawijaya, sebaiknya ada pemisahan sejak awal menyangkut aset-aset yang dimiliki terdakwa ketika proses hukum berjalan.

”Sebaiknya dipisahkan mana aset yang terbukti hasil korupsi dan bukan. Sebab belum tentu juga seluruh aset terdakwa dari hasil korupsi. Bisa saja kan mereka juga punya pekerjaan lain yang menambah aset hartanya,” ujarnya.

Untuk mengetahui mana aset yang didapat dari korupsi, beber Somawijaya, maka Kejagung dituntut untuk mampu membuktikan secara sah. Sebab menyita harta pelaku korupsi yang tidak berhubungan dengan korupsi juga merupakan pelanggaran hak properti.

”Itulah perlu menerapkan asas hukum kehati-hatian dalam proses hukum di persidangan. Majelis hakim juga tidak boleh klaim saja bahwa semua aset adalah hasil korupsi meski awalnya diduga sesuai perhitungan kerugian negara. Harus dibuktikan dan dipisah,” pungkasnya. (mmu)

Comments

comments