Kejagung Tangkap Buronan Ilegal Loging yang Sempat Operasi Plastik

Ilsutrasi - Ekspos Kinerja Kejaksaan Agung. Dalam ekspos kinerja selama setahun, Senin (26/10) lembaga Korps Adhyaksa itu mengklaim telah menyelamatkan kerugian negara senilai Rp19,6 triliun dan RM1.412./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung), Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan, pihaknya berhasil menangkap Prasetyo Gow (60), buronan kasus Tindak Pidana Mengangkat atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) atau pembalakan liar (ilegal loging) yang sempat operasi plastik di Singapura.

”Prasetyo Gow diamankan di The Royal Spring Hill Residence Kemayoran, Jakarta Utara. Dia mengubah bentuk wajah pada hidung dan rahang dengan cara operasi plastik di Jakarta serta menggunakan nomor telepon luar negeri, Singapura,” kata Leonard di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Terpidana Prasetyo Gow, jelas Leonard, merupakan buron yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat yang akhirnya ditangkap dalam pengejaran yang terus menerus dilakukan Tim Kejaksaan.

”Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, kami menghimbau kepada seluruh Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung-jawabkan perbuatannya karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan,” ujarnya.

Leonard menjelaskan, Prasetyo Gow sendiri Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2370 K/PID/2005 Tanggal 28 Juli 2006, dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana Mengangkat atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan, sejak 2005.

“Mengangkat atau Memiliki Hasil Hutan Tanpa Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) dan oleh karenanya Terpidana Prasetyo Gow dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun serta dihukum membayar denda sebesar Rp200.000.000 subsidiair 5 bulan kurungan,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments