Kejaksaan Masih Telusuri Dugaan Kerugiaan Rp20 Triliun BPJamsostek

Kantor BPJS Ketenegakerjaan (Jamsostek). (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta―Kejaksaan Agung RI telah menaksir kerugian keuangan negara dalam dugaan korupsi di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) mencapai Rp20 triliun. 

Namun, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mencermati hitungan rugi Rp20 triliun tersebut dari mana, sebab jangan sampai kerugian sebesar itu berasal dari salah hitung.

”Kalau itu kerugian atas risiko bisnis, apakah analisanya sebodoh itu sampai menyebabkan kerugian Rp20 triliun?” kata Febrie di Jakarta, Jumat (12/2).

Febrie menduga, kerugian keuangan negara dalam kasus pengelolaan keuangan dan dana investasi di BPJamsostek itu terjadi dalam kurun waktu tiga tahun, dengan mempertimbangkan kemungkinan analisis keuangan yang salah atau memang benar sebesar itu.

”Nah sekarang saya tanya balik, di mana ada perusahaan-perusahaan yang lain unrealized lost sebesar itu dalam tiga tahun? Ada tidak transaksi itu? Saya ingin dengar itu,’’ tanyanya. 

Sebelumnya pada Kamis (11/2), penyidik Kejagung dalam dugaan korupsi di BPJamsostek memeriksa tujuh saksi yakni Direktur Dana Pensiun BPJamsostek berinisial DA; EPL selaku Direktur PT Bahana TCW Investment Management; MPT selaku Direktur PT Danareksa Investment Management; WG selaku PIC PT Mandiri Manajemen Investasi; S selaku PIC PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia; PY selaku PIC PT Manulife Aset Manajemen Indonesia dan YH selaku PIC PT Danareksa Investment Management. (mmu)

Comments

comments