Kejar Teroris MIT, Satgas Tinombala Diperpanjang

Dokumentrasi - Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Tinombala sedang menyisir untuk menangkap kelompok Ali Kalora. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Polri bakal memperpanjang masa durasi Satgas Operasi Tinombala, lantaran tak kunjung berhasil menangkap kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT).

“Tidak mendahului pimpinan Polri maksud kami. Karena memang satgas nanti berakhir 31 Desember 2020. dari apa yang kami sampaikan tadi bincang-bincang dengan Asop kapolri kemungkinan besar akan kita perpanjang,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono dalam jumpa pers di Bareskrim, Senin (7/12).

Satgas yang dibentuk Polri sejak Juli 2016 untuk khusus memburu pimpinan kelompok teroris Ali Kalora itu semestinya berakhir bertugas pada 31 Desember mendatang. Namun hingga sekarang aparat belum juga berhasil membekuk MIT.

Di sekitaran Sulawesi Tengah, masih ada 11 anggota MIT berkeliaran. Mereka adalah 11 anggota MIT yang tengah dikejar adalah, Ali Ahmad alias Ali Kalora, Qatar alias Farel alias AnaS, Askar alias Haid alias Pak Guru dan Abu Alim alias Ambon. Kemudian Nae alias Galuh alias Mukhlas, Khairul alias Irul alias Aslan, Jaka Ramadhan alias Krima alias Rama, Akun alias Adam alias Musab alias Alvin Ashori, Rulli, Suhardin alias Hasan Pranata, terakhir Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

Usaha penangkapan hingga kini masih terkendala masalah geografis. Sebab, MIT beroperasi di tiga kabupaten di Sulawesi Tengah: Sigi, Poso, dan Parigi Moutong. Dengan begitu mereka berada dan bersembunyi di dalam Taman Nasional Lore Lindu yang membentang dari Sigi hingga Poso.

Berdasar kesaksian anggota MIT yang berhasil diringkus mengatakan, jika kelompoknya berpapasan dengan personel Satgas Tinombala dari jarak 10-20 meter, mereka langsung tiarap. Alhasil Ali Kalora cs sulit ditemukan.

Ditambah dengan lebatnya hutan di sana, juga menjadi kesulitan berarti bagi aparat. Sebab banyak ‘jalan tikus’ yang disebut menjadi rute pelarian teroris. (rwo)

Comments

comments