Kejar Tersangka, Polisi Minta Petunjuk Ahli Kebakaran dan Pakar Pidana

Gedung Kejaksaan Agung RI di Jalan Sultan Hasanudin Dalam Nomor 1, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu (22/8/2020). Kebakaran berlangsung selama hampir 11 jam dan baru berhasil dipadamkan pada Minggu (23/8/2020) sekitar pukul 06.28 WIB./Foto:Acuantoday.com

Acuantoday.com, Jakarta-Penyidikan terhadap kasus kebakaran Kejaksaan Agung (Kejagung) masih dalam tahapan pemeriksaan saksi. Pada Kamis (24/0) ini, Bareskrim Polri kembali memeriksa tujuh orang saksi, salah satunya jaksa dari Kejagung, setelah sebelumnya telah memeriksa 29 saksi.

“Sebanyak tujuh orang, antara lain, pegawai swasta, tukang atau pekerja bangunan yang merenovasi ruangan saat kebakaran, cleaning services, ASN, dan jaksa Kejagung,” kata Karo Penerangan Masyarakat Div. Humas, Brigjen Pol. Awi Setyono di Bareskrim Polri, Kamis.

Untuk membuka terang apa pemicu open flame atau nyala api terbuka, yang diduga kuat sebagai asal kobaran api, penyidik juga meminta petunjuk dari tiga orang ahli. Mereka antara lain satu orang dari Tim Puslabfor dan dua orang ahli kebakaran dari ITB dan UI.

Tak hanya itu, penyidik saat ini tengah berusaha menelusuri dugaan pidana dalam insiden kebakaran Korps Adhyaksa. Guna mencari tersangka, dihadirkan pula ahli pidana dari UI, Usakti, dan UMJ.

“Penyidik akan menyusun konstruksi hukum pada kebakaran Kejagung,” ujar Awi. 

Selama sepekan penyidikan berlangsung, penyidik sudah memeriksa barang bukti, termasuk kamera pengawas atau CCTV. Tapi sayangnya, petunjuk yang bakal terungkap dirasa minim, mengingat kebanyakan CCTV di tempat asal kobaran api menjalar (lantai 6) ditemukan dalam keadaan rusak. 

Insiden kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus lalu itu, menyita perhatian publik, seiring beredar spekulasi bahwa adanya sabotase terhadap kasus-kasus korupsi besar yang tengah ditangani Kejagung, semisal skandal Bank Bali yang menyeret koruptor kelas kakap Djoko Tjandra.    

Kasus korupsi itu sendiri berbuntut aksi suap yang dilakukan Djoko Tjandra kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Dalam sidang dakwaan perdana pada kemarin Rabu, Jaksa mengungkap rencana Pinangki melibatkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin dan eks Hakim Mahkamah Agung Hatta Ali dalam upaya pembebasan hukum pidana penjara Djoko Tjandra. (rwo)

Comments

comments