Kejari Sleman ‘Di-lockdown’, DIY Perketat Pengawasan PPKM di Desa

Kantor Kejaksaan Negeri Sleman ditutup sementara guna sterilisasi Covid-19.(Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Yogyakarta- Angka penularan virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus meningkat. Bahkan sejumlah pejabat dinyatakan positif Covid-19, seperti Bupati Sleman Sri Purnomo.

Untuk mencegah penularan Covid-19, maka Pemda DIY meminta desa-desa ikut aktif mengawasi warganya selama perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 26 Januari hingga 8 Februari 2021.

Pada Jumat pagi (22/1/2021), kasus harian Covid-19 mencatat rekor penambahan tertinggi sebanyak 456 kasus selama pemberlakuan PPKM.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, untuk menekan penularan selama PPKM tahap kedua, Pemda DIY berencana untuk mendirikan posko pengawasan di tingkat kelurahan. Fungsinya untuk memperketat pengawasan akses keluar masuk warga di perkampungan.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji.(Foto : Chaidir/Acuantoday.com)

Dengan demikian, Aji berharap agar masyarakat di tingkat RT dan RW kembali memiliki semangat memutus rantai penularan Covid-19 seperti di masa awal pandemi. Kala itu masyarakat berinisiatif untuk melakukan penjagaan di akses-akses masuk perkampungan. Seluruh warga luar yang masuk juga dilakukan pendataan.

“Modifikasi di DIY kita akan upayakan di kelurahan bisa kembali mendirikan posko seperti dulu sebagai tempat pemantauan keluar masuknya orang,” kata Aji kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Ketika ditanya tentang praktiknya nanti, Aji belum bisa memberi penjelasan lebih lanjut. Sebab Pemda DIY masih menunggu arahan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat.

“Sampai hari ini di instruksi belum tahu ya. Kita tunggu instruksinya karena kita tidak bisa tidak mengikuti instruksi,” jelasnya.

Aji juga belum bisa memastikan apakah Pemda DIY juga akan memberikan dukungan anggaran terhadap posko-posko yang didirikan.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan, selama 11 hari pemberlakuan PPKM kasus Covid-19 belum mengalami penurunan signifikan.

“Mungkin kematian sudah turun lalu yang sembuh naik. Tapi mungkin baru dua poin ya. Saya belum tahu sampai nanti tanggal 25 Januari,” terang Sri Sultan.

Sri Sultan mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menanggulangi pandemi Covid-19.

Yakni dengan memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan masing-masing.

Sehingga upaya penanggulangan Covid-19 bisa dimulai dari level paling bawah seperti desa atau kelurahan hingga RT dan RW.

“Memang bagi saya apapun kebijakan itu tetap yang namanya cuci tangan pakai masker kerumunan dan sebagainya ikut menentukan,” katanya.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Sleman sejak Kamis (21/1/2021) ditutup sementara dan tidak ada layanan kepada publik. Penutupan atau ‘lockdown’ layanan sementara itu mulai sejak Kamis (21/1/2021) sampai Senin (25/1/2021) mendatang.

Selain penutupan kantor dan pelayanan publik seluruh lingkungan kantor juga disterilisasi dengan cairan disinfektan. Praktis dengan penutupan kantor tersebut maka pelayanan tilang yang biasanya dilakukan setiap Jumat dialihkan ke Senin mendatang.

Penutupan operasional sementara Kantor Kejaksaan Sleman disampaikan oleh Kepala Kejari Sleman Bambang Marsana melalui surat terbuka yang dipasang baik di depan pintu masuk kantor kejaksaan maupun laman website Kejaksaan Sleman. Dalam surat terbuka yang disampaikan Bambang, alasan penutupan dilakukan mengingat perkembangan kasus Covid-19 di Sleman.

Terpisah, Kasi Penkum Kejati DIY Djaka B. Wibisana menjelaskan, penutupan Kantor Kejari Sleman merupakan kegiatan untuk strerilisasi untuk pencegahan penyebaran Covid-19. Namun ia memastikan belum ada laporan pegawai maupun jaksa di Sleman yang terpapar Covid-19.

Djaka mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. “Untuk meninggalnya Kasi Pidsus kami belum dapat informasi apakah akibat Covid atau tidak. Yang jelas, penutupan sementara kantor Kejari Sleman sebagai langkah antisipasi saja,” ujar Djaka. (Chaidir)

Comments

comments