Keluarga Tolak Hasil Autopsi Enam Anggota FPI

Lima jenazah laskar FPI yang tewas ditembak polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12) dini hari dimakamkan di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/12) pagi. /Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Jakarta- Hasil autopsi jenazah 6 Laskar FPI yang ditembak mati polisi dalam insiden di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 51, Senin (7/12) lalu, diragukan kebenarannya.

Keterangan polisi yang menyebut 18 peluru bersarang di keenam jasad ditolak keluarga korban.

Penolakan diwakili oleh Aziz Yanuar, selaku Wakil Sekum FPI, yang sekaligus kuasa hukum keluarga korban. Baginya, segala hasil autopsi yang dilakukan polisi, patut dikritisi. Sebab, telah mengabaikan hukum.

“Yang jelas kami tidak dapat mengakui dan menerima hasil autopsi tersebut karena mengabaikan ketentuan KUHAP Pasal 134 ayat (2) dan (3),” kata Aziz kepada Acuantoday.com, Minggu (20/12).

Aziz menegaskan, sikap penolakan hasil autopsi bakal diwujudkan dengan pengajuan autopsi ulang. “Keluarga menolak dan akan melakukan autopsi lagi. Suara sudah bulat tapi masih perlu dibicarakan ulang,” kata dia.

Poin penolakannya yang menyebut polisi mengabaikan aspek hukum, termaktub dalam ketemtuan KUHAP Pasal 134 ayat 2, yang berbunyi, “Dalam hal keluarga keberatan, penyidik wajib menerangkan dengan sejelas-jelasnya tentang maksud dan tujuan perlu dilakukannya pembedahan tersebut.”

Kemudian ayat 3 berbunyi, “Apabila dalam waktu dua hari tidak ada tanggapan apapun dari keluarga atau pihak yang perlu diberitahui tidak diketemukan, penyidik segera melaksanakan ketentuan dimaksud dalam Pasal 133 ayat 3 KUHAP.”

Pada Jumat (18/12) kemarin lusa, Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian merilis sedikit hasil autopsi, yang menyebutkan didapati 18 peluru di enam tubuh jasad 6 Laskar FPI. Kendati demikian, Andi tak membeberkan detil di bagian anggota tubuh mana saja peluru bersarang.

Sementara menurut tim kuasa hukum FPI dalam rilis persnya, 9 Desember lalu, menyebutkan bahwa semua tembakan mengarah ke jantung para laskar. Tembakan dilepaskan dari jarak dekat, persisnya ditembak dari depan dan belakang. (rwo)

Comments

comments