Keluhan Ketiadaan Ruang Isolasi Langsung Direspon Pemerintah

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo / Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta- Keluhan ketiadaan ruang isolasi bagi penderita positif terpapar virus corona SARS-CoV-2 (COVID-19) segera direspon pemerintah pusat.

Pemerintah pusat memilih menara 4 dalam Kompleks Wisma Atlet Kemayoran sebagai ruang khusus untuk isolasi pasien COVID-19. Menara 4 merupakan satu dari tujuh menara atau gedung yang kini dijadikan Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan Menara 4 dalam waktu dekat segera difungsikan untuk isolasi penderita positif terinfeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

“Mulai tadi malam tower 5 bisa beroperasi, tower 4 dalam proses,” kata Doni dalam jumpa pers virtual, Minggu (13/9/2020).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat ini menjelaskan Wisma Atlet merupakan asrama yang semula dipakai bagi para peserta Asian Games 2018. Setelah lama tidak digunakan beberapa menara harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum digunakan untuk isolasi penderita COVID-19.

Menurutnya terdapat tujuh menara Wisma Atlet. Menara 1-3 digunakan untuk kepentingan operasional seperti bagi dokter, perawat, petugas keamanan, logistik dan sebagainya.

Sementara menara 6 dan 7, kata dia, selama ini dipakai untuk penderita COVID-19 kategori ringan dan sedang. Kemudian tower 5 siap digunakan dan tower 4 dalam proses pengerjaan.

“Meski secara menyeluruh perlu perbaikan listrik, air dan AC. Sudah ada kerja sama dengan Kementerian PUPR, Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan,” kata dia merujuk adanya suplai bantuan agar Wisma Atlet seluruhnya dapat dipakai untuk penderita COVID-19.

Pembukaan menara 4 dan 5 itu dimaksudkan untuk mengurangi beban rumah sakit yang banyak merawat penderita COVID-19. Wisma Atlet hanya digunakan bagi penderita COVID-19 dengan tingkat keparahan ringan dan sedang.

Sebelumnya Gubernur Anies Baswedan menyatakan salah satu pertimbangan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta adalah karena keterbatasan ruang ICU dan isolasi bagi penderita COVID-19 yang jumlah lonjakannya semakin tinggi. (ato)

Comments

comments