Kemenkes Dirikan Posko Bantu Korban Banjir Medan

Tenaga Ahli Menteri Kesehatan Andi, mewakili Menkes, secara resmi membuka Posko Banjir dan memberikan bantuan kepada korban banjir di Kelurahan Sei Mati, Kota Medan, Senin (7/12)./Foto: Istimewa

Acuantoday.com, Medan―Kementerian Kesehatan mendirikan pos komando (posko) kesehatan di lokasi banjir yang melanda Kota Medan Kamis (3/12) pekan lalu.

Posko yang dibangun sebagai bentuk kepedulian Kemenkes untuk mengurangi penderitaan korban banjir itu, diperkuat oleh tim yang terdiri dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Medan, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Sumatera Utara dan Rumah Sakit Adam Malik. 

Tenaga Ahli Menkes, Andi, mewakili Menkes Terawan Agus Putranto, saat meresmikan Posko Kemenkes, Senin (7/12), menyebutkan, posko ini berfungsi untuk memberikan bantuan tenaga kesehatan bagi korban banjir.

“Warga juga bisa cek kesehatan, mendapatkan vitamin dan obat-obatan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi secara simbolis menyerahkan bantuan dari Menkes berupa vitamin C, masker,  rapid test, obat-obatan, serta perlengkapan bayi anak.

Dalam sambutannya, Andi menyampaikan, Menkes turut berduka untuk korban yang meninggal, serta yang menjadi korban dalam musibah itu.

Selain itu, Menkes juga mengimbau agar warga korban tetap menjaga protokol kesehatan di tempat-tempat pengungsian. 

“Apabila merasakan gangguan kesehatan diharapkan dapat segera cek di posko kesehatan kemenkes,” kata Andi.

Menkes, lanjut Andi, mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk dapat mewaspadai, curah hujan yang tinggi menjelang akhir tahun. 

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan Muslim Harahap, Tim Poltekkes Medan, seluruh kepala unit vertikal Kemenkes, Sekretaris Kecamatan Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Lurah Sei Mati Fahrul Rozi, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Seperti diketahui, banjir sempat merendam Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, di beberapa titik hingga lima meter pada Kamis (3/12).

Sebelum kemudian berangsur surut, tinggi muka air terpantau antara 30 hingga 60 cm pada hari Sabtu (5/12).

Berdasarkan Data Pusat Pengendalian Operasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 5 Desember 2020, banjir mengakibatkan 5 orang meninggal dunia, 2 hilang dan 4.249 KK atau 12.783 jiwa terdampak. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama tim gabungan telah mengevakuasi 181 jiwa, di antaranya anak-anak 67 jiwa dan lansia 26 jiwa. 

Sedangkan kerugian materiil, sebanyak 1.493 unit rumah warga dan 1 masjid terendam saat kejadian yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB pada Kamis lalu. Di samping itu, seluas 69 hektar lahan juga terendam. (ahm)

Comments

comments