Kemenkes Gelontorkan Bantuan Untuk Penanganan COVID-19 di Bali

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Daniel Tjen, secara simbolis menyerahkan bantaun peralatan untuk penanganan COVID-19 kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, di Denpasar, Bali, Senin (5/10)/Foto:Istimewa

Acuantoday.com, Denpasar – Kementerian Kesehatan hari ini, Senin(5/10) menyerahkan sejumlah bantuan, mulai dari alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis sampai ventilatior, untuk penanganan COVID-19 di Bali.

Bantuan diserahkan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Daniel Tjen, diterima Gubernur Bali, Wayan Koster.

Bantuan yang diberikan berupa 25 unit ventilator, 24 ribu buah masker kain, 2000 buah masker medis, 10 100 buah alat pelindung diri (APD) Coverall, 1000 alat rapid test, 20 buah optiflow serta buku panduan penanganan pasien COVID-19.

Seusai menerima batuan, Gubernur Koster mengatakan, sejauh ini Pemerintah Pusat sangat peduli pada penanganan COVID-19 di Bali. “ Terimakasih atas bantuan ini,” katanya.

Sementara Daniel meminta para dokter dan perawat hendaknya memperhatikan panduan penanganan pasien COVID-19 yang disusun Kementerian Kesehatan.

Panduan itu, kata dia, dibuat merujuk ke ketentuan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan adanya panduan itu, kata Daniel, pasien COVID -19, di manapun ia berada, mendapat penanganan dan obat yang sama.

“Dari ujung barat – sampai ujung timur, penanganan Pasien COVID-19 sama,” ujarnya.

Penyerahan bantuan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Daniel Tjen ke Bali, 18 September lalu. Ketika itu Gubernur Koster sempat menyampaikan permohonan bantuan untuk penanganan COVID-19 di Bali.

Selain bertemu Gubernur Koster, waktu itu Daniel juga mengunjungi sejumlah rumah sakit untuk memantau kesiapan fasilitas layanan kesehatan, terutama untuk penanganan pasien COVID-19.

Bali bersama delapan provinsi lain yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua, mendapat perhatian serius Permerintah Pusat karena jumlah kasus COVID-19-nya tinggi.

Pertengahan September lalu, Presiden Joko Widodo (Jokjowi) memerintah Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan untuk menurunkan kasus baru COVID -19 , menekan angka kematian dan meningkatkan angka kesembuhan di sembilan provinsi tersebut. (Yoni)

Comments

comments