Kemenkes Ingin Pemerima Vaksin COVID-19 Dilayani Dengan Baik

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Daniel Tjen, memantau simulasi vaksinansi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal I, Desa Blahkiuh, Kecanmatan Abiansemal, Kabutapen Badung, Bali, Selasa 6/10)./Foto:istimewa

Acuantoday.com, Denpasar – Vaksinasi COVID 19 hendaknya direncanakan sematang  mungkin  sehingga warga yang mendapat vaksin bisa terlayani dengan baik.

Penyelenggara harus menyederhanakan prosedur dan mempersingkat proses, sehingga warga tidak harus mengantre lama.

Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Tata Kelola Pemerintahan, Daniel Tjen, menyampaikan imbauan itu saat memantau simulasi vaksinansi COVID-19 di Puskesmas Abiansemal I, Desa Blahkiuh,  Kecamatan Abiansemal, Kabutapen Badung, Bali, Selasa 6/10).

Daniel yang datang didampingi Tenaga Ahli Menkes, Andi dan  Sekretaris Direktorat Jenderal P2P Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan, penyelenggara vaksinasi hendaknya mengecek secara detil para penerima vaksin.

Yang tak kalah penting, kata dia, penerima vaksin harus dilayani dengan baik sejak mereka datang mendaftar, megantre menunggu giliran disuntik vaksin, sampai mereka meninggalkan tempat vaksinasi.

“Bagaimana supaya prosesnya cepat. Sehingga penerima vaksin tidak menunggu lama,” ujarnya.

Sebelunya, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan, puskesmas di Bali dipilih sebagai tempat simulasi vaksinansi COVID-19 karena  Bali, sebagai destinasi wisata, dikenal di level internasional.

“Kami  ingin meyakinkan dunia, bahwa Bali aman,” ujarnya.

Simulasi vaksinansi COVID-19 yang melibatkan belasan orang warga berjalan lancar. Peserta simulasi secara berurutan mendaftar, mengantre lalu mendapat giliran disuntik vaksin.

Seusai memantau simulasi vaksinasi COVID-19, Daniel dan rombongan berkunjung ke RSUD Klungkung dan RSUD Gianyar untuk mengecek kesiapan fasilitas layanan kesehatan, utamanya untuk penanganan COVID-19.

Sebelumnya, Senin kemarin Daniel menyerahkan bantuan  peralatan untuk penanganan pasien COVID -19 di Bali kepada Gubernur Bali, Wayan Koster.

Bantuan yang diserahkan berupa 25 unit ventilator, 24 ribu buah masker kain, 2000 buah masker medis, 10 100 buah alat pelindung diri (APD) Coverall, 1000 alat rapid test, 20 buah optiflow serta buku panduan penanganan pasien COVID-19. (Riana)

 

Comments

comments