Kemenkes Minta 40 Persen Kamar Rawat Inap Rumah Sakit untuk Pasien COVID 19  

Acuantoday.com, Jakarta  – Kementerian Kesehatan meminta seluruh rumah sakit mengkonversikan 40 persen kapasitas rawat inapnya untuk  penanganan pasien COVID-19.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, menyebutkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan pada seluruh rumah sakit, terkait konversi pelayanan kesehatan tersebut.

“Permintaan ini tidak hanya untuk rumah sakit pemerintah tapi seluruh rumah sakit apakah itu rumah sakit umum daerah, rumah sakit TNI Polri, rumah sakit BUMN, dan semua rumah sakit umum,” katanya, Jumat(22/1)

Dia menjelaskan, surat edaran itu diterbitkan mengingat semakin meningginya kasus COVID-19 di seluruh Indonesia..

“Surat edaran itu sinya meminta semua rumah sakit  melakukan peningkatan kapasitas. Dengan cara mengonversi 40 persen ruang rawat inap. Bila tidak bisa menambah tempat tidur karena terbatas sarana, kita minta konversi, bagaimana mengubah tempat tidur di RS yang tadinya untuk pelayanan non-COVID-19 sekarang jadi untuk melayani pasien COVID-19,” kata Kadir.

Kadir menyebut saat ini tingkat keterpakaian tempat tidur di rumah sakit yang melayani pasien COVID-19 sekitar 64,83 persen secara nasional. Dari sekitar ruang rawat inap, ruang isolasi mandiri, ruang ICU untuk pasien COVID-19 sebanyak lebih dari 81 ribu tempat tidur, sudah terisi sekitar 52 ribu.

Namun Kadir menekankan bahwa di beberapa daerah, khususnya di wilayah dengan kategori zona merah, tingkat keterisian ruangan rawat inap untuk pasien COVID-19 sudah mencapai 80 persen hingga 89 persen.

Untuk DKI Jakarta, kata Kadir, tingkat keterisian ruangan rawat inap sudah mencapai 82 persen. RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet yang hanya khusus menangani pasien COVID-19 saja sudah lebih dari 80 persen tingkat keterpakaian ruangannya.

Selain meminta rumah sakit untuk mengonversikan 40 persen ruangan rawat inap untuk COVID-19, Kementerian Kesehatan juga meminta seluruh rumah sakit mengonversikan 25 persen kapasitas ruangan ICU untuk pelayanan COVID-19. (Bram/Antara)

 

Comments

comments