Kemenperin Akselerasi Kawasan Industri, Ini yang Dilakukan

Foto udara kawasan industri Talang Duku di tepi Sungai Batanghari, Muarojambi, Jambi, Rabu (20/1/2021). Kawasan yang saat ini tumbuh sebagai tempat penampungan sementara produk ekspor hasil pertambangan, perkebunan, dan dibangun memanjang di tepi Sungai Batanghari tersebut akan dikembangkan sebagai kawasan industri yang terintegrasi dengan Pelabuhan Talang Duku, Muarojambi di bagian hulu dan Pelabuhan Ujung Jabung, Tanjungjabung Timur di bagian hilir./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan kawasan industri di sejumlah wilayah.

Upaya ini dilakukan untuk guna menarik investor potensial global, khususnya yang ingin relokasi produksi ke Indonesia, dengan upaya pembangunan fasilitas dan infrastruktur terintegrasi sehingga bisa berdaya saing.

“Kami senantiasa aktif melakukan sinergi dengan stakeholders,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Eko SA Cahyanto di Jakarta.

Stakeholders dimaksud di antaranya pengelola kawasan industri, pelaku usaha, dan pemerintah daerah dalam upaya penyelesaian hambatan pembangunan kawasan industri.

Untuk itu, lanjutnya, Kemenperin aktif menyosialisasikan program dan kebijakan pemerintah kepada para pemangku kepentingan, terutama yang terkait dengan kemudahan investasi.

“Pemerintah bertekad untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif, meskipun di tengah tekanan pandemi Covid-19,”paparnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/1).

Di samping itu, kata dia, Kemenperin menjalin kerja sama promosi kawasan industri, pengembangan pilot project kawasan industri tertentu seperti kawasan industri halal, dan mendorong penyediaan dukungan infrastruktur bagi kebutuhan kawasan industri seperti jalan, pelabuhan, dan harga gas.

“Kami optimistis Indonesia masih menjadi incaran para investor global untuk menanamkan investasinya dalam rangka ekspansi atau relokasi,” ungkap Eko.

Hal itu tercermin dari realisasi nilai investasi sektor manufaktur sebesar Rp272,9 triliun pada tahun 2020, yang naik 26 persen dibandingkan 2019.

Lebih lanjut, Eko menyampaikan terjadi peningkatan jumlah dan luasan kawasan industri dalam lima tahun terakhir.

“Dari sisi jumlah, terjadi peningkatan sebesar 47,5 persen. Sedangkan, dari sisi luas, mengalami peningkatan 15.662,02 hektare (Ha) atau sebesar 43,26 persen,” sebutnya.

Di luar Jawa, jumlah kawasan industri melonjak sebanyak 14 kawasan, dengan penambahan luas lahan 8.664,36 hektare pada tahun 2020.

“Karena di luar Jawa ketersediaan lahan masih relatif luas, maka terjadi peningkatan persentase luas kawasan industri di luar Jawa lebih tinggi dibanding di Jawa,” jelas Eko. (mad)

Comments

comments