Kendalikan GERD dengan Kunyah Permen Karet

Ilustrasi kunyah permen karet-- sumber foto dentalsignal.com

Acuantoday.com— Jangan salah kira, memiliki gejala nyeri ulu hati, mual, muntah, belum tentu itu maag. Bisa saja itu GERD (gastroesophageal reflux disease). Keduanya memang memiliki gejala yang mirip. Perbedaan keduanya  belum banyak orang yang tahu, bahkan si penderita sendiri. Ketika merasa nyeri ulu hati, si penderita mengira itu maag, padahal belum tentu

Maag atau secara medis dikenal dengan istilah gastritis merupakan peradangan, iritasi, atau erosi yang terjadi pada lapisan lambung. Kondisi ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau kronis. Sedangkan, GERD merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan.

Untuk mencegah GERD, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, salah satunya mengunyah rutin mengunyah permen karet. Jangan khawatir rajin mengunyah permen karet tidak akan membuat gigi Anda rusak justru sebaliknya akan mencegah gigi berlubang, justru sebaliknya banyak manfaat kesehatan didapat dengan rutin mengunyah permen karet, salah satunya adalah mengendalikan asam lambung.

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kunyahlah permen karet tanpa gula. Selain itu, jangan mengunyah permen karet sebelum makan besar karena bisa menyebabkan perut kembung.

Penelitian menyebutkan, rutin mengunyah permen karet setelah makan besar dapat membantu mengurangi kadar asam di kerongkongan dan mencegah GERD. Peneliti Inggris menguji gagasan tersebut  terhadap 21 orang penderita GERD. Orang dengan GERD biasanya mengalami mulas dan nyeri dada setelah makan karena asam lambung yang naik ke kerongkongan.

Para pasien diberi makanan berlemak tinggi yang memicu GERD pada dua hari berbeda dan diinstruksikan untuk mengunyah permen karet selama 30 menit pada hari pertama atau kedua. Peneliti kemudian mengukur kadar asam di kerongkongan selama dua jam setelah makan. Studi tersebut menunjukkan bahwa kadar asam setelah makan berat secara signifikan lebih rendah pada saat peserta mengunyah permen karet daripada saat mereka tidak. Penemuan ini dipresentasikan minggu ini di Digestive Disease Week di Orlando, Fla.

Peneliti Rebecca Moazzez, dari Kings College di London, Inggris, dan rekannya mengatakan hasil menunjukkan bahwa mengunyah permen karet selama 30 menit setelah makan berlemak dapat mengurangi paparan asam di kerongkongan dan membantu mengurangi gejala sakit maag.

Ketika asam lambung mengalir ke arah yang salah – kembali ke saluran yang menghubungkan tenggorokan ke lambung (kerongkongan) – itu disebut refluks asam. Jika sering terjadi dan tidak kunjung membaik, itu disebut penyakit refluks gastroesofagus (GERD). Gejala berupa nyeri dada, batuk, dan kesulitan menelan, terutama saat Anda berbaring. Terkadang itu bisa memunculkan sedikit makanan atau cairan asam ke dalam mulut Anda.***dian

Comments

comments