Kendalikan Harga, Pemerintah Bakal Tetapkan Harga PCR

Ilustrasi - Dokter patologi klinik menunjukkan cara kerja alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Ruang Ektraksi DNA dan RNA Laboratorium Mikrobiologi RSUD Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (20/6/)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Polymerase Chain Reaction (PCR Test) yang banyak digunakan oleh lembaga nonpemerintah atau partisipasi swasta dan klinik semakin banyak dilakukan. Pemerintah memandang perlu melakukan patokan harga PCR test untuk kepentingan masyarakat.

“Untuk menetapkan harga tersebut, saat ini pemerintah sedang melakukan evaluasi terhadap pengadaan uji PCR Test oleh pihak swasta,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (14/9).

Tak hanya itu, Menko Airlangga mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar insentif bagi sektor pariwisata dikaitkan dengan pengadaan vaksin mandiri apabila clinical trial atau uji coba klinis terhadap vaksin sudah selesai.

“Jadi masih menunggu clinical trial, untuk selanjutnya dibuat program yang terkait dengan sektor pariwisata,” ujar Airlangga Hartarto.

Airlangga kembali menekankan, dalam mengatasi semakin meluasnya kasus COVID-19, pemerintah turut meningkatkan kampanye mengenai kedisiplinan masyarakat yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan atau 3M.

Kemudian pemerintah juga akan menambah kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan seperti flat isolasi mandiri di Wisma Atlet serta kerja sama dengan hotel bintang dua dan tiga untuk isolasi bagi yang tanpa gejala.

“Terkait fasilitas dari pelayanan kesehatan Bad Occupancy Ratio (BOR) ruang isolasi tercatat sebesar 59 persen dan Intensive Care Unit (ICU) sebesar 63 persen,” kata Airlangga Hartarto. (mad)

Comments

comments