Imbas Banjir, Pantura Semarang Lumpuh

Kondisi di daerah Terboyo, Semarang yang lalu lintasnya lumpuh akibat banjir. Foto: Acuantoday.com (Alvin)

Acuantoday.com, Semarang―Sudah sepakan banjir mengepung beberapa titik di Kota Semarang usai hujan lebat pada Jumat hingga Sabtu pekan lalu.

Berbagai upaya sebetulnya sudah dilakukan oleh pemerintah, namun curah hujan yang masih tinggi menyebabkan air tak mudah untuk surut. 

Banjir yang mengepung Kota Semarang membuat beberapa titik menjadi lumpuh karena genangan air dan jalan yang rusak. Dengan kondisi demikian, aktivitas di Pantura Kota Semarang menjadi tak seperti biasanya.

Truk-truk dan bus-bus dengan badan besar nampak memenuhi Pantura Kota Semarang, tepatnya di Jalan Kaligawe karena antrian yang begitu panjang. 

Tak hanya jalan yang macet, para pekerja di beberapa pabrik yang ada di sekitar Jalan Kaligawe dan Terminal Terboyo kesusahan untuk mengakses tempat kerjanya. 

Tak sedikit dari mereka yang harus jalan kaki dengan kondisi terkepung banjir untuk mengamankan motornya. 

Paling parah tentu masyarakat di pesisir utara Kota Semarang. Mereka harus hidup berdampingan dengan banjir dan kesulitan untuk beraktivitas normal seperti biasanya. 

Hal ini juga diakui oleh salah satu warga di daerah Terboyo, Semarang dengan nama Davi Hardi. 

Menurut pria yang bekerja sebagai salah satu pegawai swasta ini, ia kesulitan untuk bekerja karena kondisi rumah yang belum memungkinkan untuk ditinggal.

Davi pun mengaku sudah izin dengan atasannya karena kondisi sekitar rumahnya yang masih terkepung banjir. 

“Sudah seminggu sulit untuk beraktifitas. Dimana-mana di sekitar sini (red-Terboyo) masih banjir. Jalan besar utama juga masih macet seperti itu,” ujarnya kepada kontributor Acuantoday.com di Semarang, Sabtu (13/2).

Tak hanya Davi, salah satu supir truk asal Brebes, Sueb Prasetyo juga mengeluhkan hal yang tak jauh beda. 

Jika biasanya ia mengangkut logistik ke wilayah Jawa Tengah bagian utara dengan kondisi lancar, kali ini ia harus sabar untuk menghadapi kemacetan. 

Sueb pun mengaku mengalami kerugian karena biaya operasional yang membengkak. 

“Tentu mengalami kerugian secara waktu dan biaya kalau macet seperti ini. Tapi ya mau gimana lagi,” tukasnya. 

“Lewat mana aja macet kalau Kaligawe lumpuh seperti ini. Semoga segera teratasi,” pungkasnya. (alvin)

Comments

comments