Ketergantungan Digitalisasi Keuangan Makin Tinggi

Warga memilih barang-barang belanjaan yang dijual secara daring./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta―Saat ini intensitas ketergantungan masyarakat akan teknologi semakin tinggi, yang ikut mengubah gaya hidup masyarakat. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan industri keuangan dengan melakukan inovasi teknologi informasi

Di satu sisi, pandemi Covid-19 telah mendorong pemanfaatan kanal-kanal digital bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan melalui bank.

“Sejak terjadinya Covid-19 pada Maret 2020, frekuensi transaksi bank melalui kanal mobile banking maupun internet banking mengalami peningkatan yang pesat,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I OJK Teguh Supangkat dalam sebuah webinar, Selasa (13/10) kemarin.

Pada Maret 2020, ungkap dia, terdapat peningkatan transaksi mobile banking 67,2 persen secara tahunan (yoy), atau 15 persen dari bulan sebelumnya (mom) menjadi 267 juta transaksi. Sedangkan transaksi internet banking juga mengalami peningkatan sebesar 48,4 persen (yoy) atau 11,9 persen (mom) menjadi 121 juta transaksi.

Pada Agustus, transaksi mobile banking meningkat 54,3 persen (yoy) atau 5,7 persen (mom) menjadi 302,6 juta transaksi dan transaksi internet banking naik 49,3 persen (yoy) atau 4 persen (mom) menjadi 135 juta transaksi.

Hal ini, lanjut dia, menandakan adanya transformasi perbankan dari konvensional menjadi digital semakin pesat.

“Pascapandemi juga didorong oleh munculnya teknologi terkini yang mulai diadopsi oleh industri jasa keunagan salah satunya teknologi artificial intelligence,” kata Teguh.

Karena itu, ia menilai, saat ini digitalisasi pada sektor keuangan, khususnya perbankan, bukan lagi menjadi pilihan namun telah menjadi keniscayaan dalam menghadapi era kenormalan baru atau “new normal“.

Baik dari sisi pelaku usaha maupun konsumen, kata dia, saat ini timbul ketergantungan dengan menggunakan platform digital.

“Ketergantungan ini menyebabkan terjadinya shifting layanan dari berbasis konvensional menjadi digital,” kata Teguh.

Hal tersebut, lanjutnya, mendorong pelaku di sektor jasa keuangan untuk beradaptasi dalam rangka mempertahankan eksistensinya serta untuk mendukung kebutuhan nasabah akan sistem layanan digital yang efisien, aman, cepat, serta mengedepankan keselamatan diri di tengah situasi saat ini

OJK sendiri akan terus melakukan kajian pengembangan dan percepatan transformasi digital perbankan dan mengacu pada konsep principle based dalam pola pengaturan ke depan dan untuk memberi ruang inovasi dan transformasi digital tanpa meninggalkan aspek keamanan, kenyamanan, dan prinsip kehati-hatian. (adi)

Comments

comments