Ketua DPRD DKI Urung Polisikan Guru Pembuat Soal “Anies Diejek Mega”

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengurungkan rencananya melaporkan guru SMPN 250 Cipete, Jakarta Selatan yang membuat soal ujian sekolah kontroversial. Keputusan itu diambil setelah sang guru meminta maaf secara terbuka.

“Ya, saya dengan legowo (menerima permintaan maaf). Saya juga manusia, saya orang Jawa. Dengan kemarin marah-marahnya saya, akhirnya kedatangan nih yang gak di-iniin (direncanakan), tiba-tiba datang ke sini gitu. Saya rasa itulah keterbukaan hati saya sebagai Pimpinan DPRD,” kata Prassetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/12).

Sukirno secara langsung menemui langsung Prasetyo ke ruang kerjanya di Gedung DPRD DKI Jakarta. Kedatangan Sukirno meluluhkan hati Prasetyo yang akan memperkarakan Sukirno ke proses hukum.

Namun, Prasetyo mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Iapun tetap meminta Sukirno tetap diberi sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.

Politisi PDIP itu mengatakan, permintaan maaf wajib dilakukan guru tersebut karena dampak dari perbuatannya. Terlebih lagi, pencatutan nama Mega identik dengan Megawati Soekarnoputri yang notabene merupakan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDIP, partai politik yang menaungi karir politik Prasetyo.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menyatakan akan melaporkan ke polisi guru pembuat soal “Anies selalu diejek Mega” dalam ujian sekolah ke Polda Metro Jaya.

Diketahui, guru tersebut bernama Sukirno, merupakan guru Kontrak Kerja Individu (KKI) yang bekerja di SMP 250 Cipete, Jakarta Selatan.

“Saya minta KTP-nya difotokopi. Saya akan laporkan bapak karena ini sudah menjadi masalah sampai Menpan-RB dan Menkumham bicara karena menyinggung Presiden Indonesia kelima (Megawati Soekarnoputri),” kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (15/12).

“Saya sebagai kader PDI Perjuangan. Karena itu menyebut Ketua Umum saya. Jangan sampai bergulir di media sosial kemana-mana. Ini kan provokasi. Bukti-bukti sudah ada semua. Mungkin hari ini atau besok lanjut ke Polda,” ungkap dia.

Prasetyo juga menegaskan bahwa langkahnya melaporkan guru tersebut ke Polda Metro Jaya tidak berlebihan.

Hal ini agar menjadi pelajaran ke depannya agar tidak terjadi lagi karena persoalan guru sudah 2 kali menyedot perhatian publik dan sangat berbahaya, yakni guru intoleran yang melarang siswa memilih Ketua OSIS beda agama dan guru yang bersifat politis, melakukan provokasi untuk membenturkan pejabat publik.

“Ini yang kedua kali. Dulu masalah OSIS, sekarang gini. Mungkin Pak Gubernur (Anies Baswedan) juga enggak tahu loh masalah ini. Tapi dia (Anies) dibenturkan dengan Ibu Mega yang notabene Presiden ke-lima. Ini supaya ada efek jera, makanya saya laporkan,” kata Prasetyo.(har)

Comments

comments