Ketua Fraksi PKB DPR Minta ASN Terlibat Radikalisme Dipecat

Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto : dila/Acuantoday.com)

Acuantoday.com, Bandung- Fraksi PKB DPR RI meminta agar ada sanksi berupa pemecatan bila ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat radikalisme. Hal itu sebagai upaya memberikan efek jera.

Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal
mengatakan punishment and reward layak dipakai kepada para ASN tak terkecuali seandainya para abdi negara itu melakukan pelanggaran kode etik profesi.

“ASN yang terpapar radikalisme harus dipecat. Termasuk juga kalangan kampus seperti mahasiswa, pejabat rektorat, harus ditindak tegas jika terindikasi mengikuti paham radikalisme,” kata Cucun Ahmad.

Legislator dari dapil Jawa Barat II yang meliputi wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat itu menilai bila paham radikalisme dibiarkan pemerintah ini bisa menjadi virus yang berbahaya.

Cucun berharap tidak ada ego sektoral antar kementerian dalam mendisiplinkan para ASN. Kemenpan RB, Kemendagri, BNPT, TNI dan Polri, harus bersinergi dalam mendeteksi paham radikalisme ini.

“Jangan ada ego sektoral, harus duduk bareng Kemenpan RB, Kemendagri, BNPT, TNI dan Polri. Sesuai fungsinya masing-masing instansi mendeteksi radikalisme terorisme sedari dini,” tegas Cucun.

Dalam hal penanganan dan pencegahan radikalisme, lanjut Anggota Komisi III itu menyebut pihaknya ingin Kominfo ikut bersinergi menghapus konten di media sosial yang memunculkan ajaran radikal.

“Konten yang bernuansa memunculkan ajaran-ajaran paham radikal harus di take down. Benih-benih radikalisme itu bisa mengarah pada tindakan terorisme di Indonesia harus ditindak tegas,” ucapnya.

Menurutnya semua tindakan pencegahan ideologi radikalisme secara dini harus dilakukan agar Indonesia mendapat kepercayaan internasional untuk berinvestasi melalui kepastian hukum.

“Termasuk bagi warga sendiri bisa aman nyaman dalam hidup bernegara dan berdemokrasi. Kita harus menjaga thrust internasional sehingga orang merasa aman nyaman di Indonesia,” tutur Cucun.(dila)

Comments

comments