Ketua KPK Dapat Sanksi Ringan, ICW Teriak

Acuantoday.com, Jakarta – Sanksi ringan yang dijatuhkan majelis etik Dewan Pengawas (Dewas) kepada Ketua KPK Firli Bahuri dipersoalkan banyak pihak. Salah satunya, Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Secara kasat mata tindakan Firli Bahuri yang menggunakan moda transportasi mewah itu semestinya telah memasuki unsur untuk dapat diberikan sanksi berat berupa rekomendasi agar mengundurkan diri sebagai pimpinan KPK,” kata peneliti Divisi Hukum ICW Kurnia Ramadhana di Jakarta, Jumat (25/9).

Pada Kamis (24/9), majelis etik Dewas KPK memutuskan Ketua KPK Firli Bahuri melakukan pelanggaran kode etik dan dijatuhi sanksi ringan berupa teguran tertulis II karena menggunakan helikopter bersama dengan istri dan 2 anaknya untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja dan Baturaja ke Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu, 20 Juni 2020 dan perjalanan dari Palembang ke Jakarta pada Minggu, 21 Juni 2020.

Kurnia mengatakan, semestinya Dewas mendalami kemungkinan adanya potensi tindak pidana suap atau gratifikasi dalam penggunaan helikopter tersebut.

Dewas, kata dia, tidak menyebutkan dengan terang apakah Firli sebagai terlapor membayar jasa helikopter itu dari uang sendiri atau sebagai bagian dari gratifikasi yang diterimanya sebagai pejabat negara.

Terlepas dari sanksi ringan itu,ICW menilai pelanggaran kode etik yang terbukti dilakukan oleh Firli, cukup dijadikan alasan yang bersangkutan untuk mengundurkan diri. (Roni/Antara)

 

 

Comments

comments