Ketua Umum PP Muhammdiyah: Masjid Pusat Pencerahan Hati

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haidar Nashir MSi.. (Foto : PP Muhammadiyah)

Acuantoday.com, Yogyakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi mengatakan, masjid dipahami sebagai tempat beribadah sekaligus pondasi ketakwaan. Masjid juga jadi pusat pencerahan hati sekaligus solutif bagi jemaahnya.

Hal itu dikatakan Haedar Nashir saat meresmikan Pembangunan Kembali Masjid Al-Mustaqim secara daring di Jalan Parangtritis, Mantrijeron Yogyakarta, Jumat (2/4/2021).

Hadir dalam tersebit Wakil Walikota Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi MA, Drs H Akhid Widi Rahmanto (Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah/PDM Kota Yogyakarta) dan Ir Eka Yawara MT (Ketua Pelaksana Pembangunan Kembali Masjid Al-Mustaqim). Haedar Nashir sebelumnya telah menandatangani prasasti Pembangunan Kembali Masjid Al-Mustaqim.

Menurut Haedar Nashir, sebagai pusat pencerahan hati, masjid menjadi titik pangkal ketakwaan dalam konteks luas. Artinya, dekat dengan sesama, lingkungan sosialnya.

“Kami bangga, Masjid Al-Mustaqim yang mewah ini juga mengambil peran solusif, yakni sangat ramah untuk Lansia dan peduli kaum difabel,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota (Wawali) Kota Yogya Drs Heroe Poerwadi MA mengatakan, masjid di Kota Yogya ada sekitar 500 lebih dengan berbagai jenis dan luasnya. “Kami senang dan mengapresiasi Masjid Al-Mustaqim berkonsep ramah Lansia dan kaum difabel. Apalagi masjid ini yang berada di jalan besar dibuka 24 jam ,” katanya.

Heroe mengingatkan, kurang beberapa hari lagi memasuki bulan Ramadan, masjid juga harus tetap menjalankan protokol kesehatan terhadap jemaahnya, apalagi ini terbuka 24 jam.

Hal senada juga disampaikan Drs H Akhid Widi Rahmanto dan Ir Eka Yawara MSi, masjid yang terletak di tepi jalan raya, banyak musafir ataupun karyawan kantor sekitar memanfaatkan masjid ini. Pengelola, takmir masjid taat dan patuh pada protokol kesehatan. “Protokol kesehatan harus ditaati agar semua sehat, aman dan nyaman beribadah,” kata Akhid.

Eka Yawara dalam laporannya menegaskan, pembanguman kembali Masjid Al-Mustaqim atas berbagai masukan berkonsep masjid ramah difabel, lansia dan terbuka 24 jam. Pembangunan kembali sejak 1 Juni 2020 hingga selesai menghabiskan dana sekitar Rp 6,65 miliar.(Chaidir)

Comments

comments