Kisah Mencekam Kr saat Selamatkan Mobil Alphard Bosnya dari Berondongan Tembakan

Barang bukti Mobil Toyota Alpard bernomor polisi AD 8945 JP yang diberondong tembakan. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Kamis (3/12) mengatakan kesimpulan sementara motif penembakan karena persoalan bisnis.(Seger)

Acuantoday.com, Solo- Rabu (2/12/2020) menjadi hari tak akan terlupakan bagi Kr (42).

Warga Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo itu merupakan sopir dari mobil Toyota Alpard bernomor polisi AD 8945 JP yang diberondong delapan tembakan oleh tersangka bernisial LJ (72) di kawasan Jalan Monginsidi, Banjarsari, sekitar pukul 12.00 WIB.

Saat insiden terjadi, Kr membawa majikannya IN (72) warga Tegal Harjo, Jebres Surakarta dari rumah menuju Hotel Best Westen di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta untuk makan siang.

Di tengah jalan, saat melintas di depan Gereja Kepunton, Sang Bos tiba-tiba dihentikan oleh pelaku bersama istrinya. Karena masih kerabat, tak ada rasa curiga ketika LW bersama isterinya mengarahkan mereka menuju gudang rokok di Jalan Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Surakarta.

“Saat itu ibu kaget karena dari awal tidak janjian namun memang diminta untuk naik mobil. Karena memang istri dari pelaku, itu adik kandungnya dari ibu,” ungkap Kr, Kamis (3/12).

Pelaku berinisial LJ (72) diketahui merupakan ipar dari korban IN (72). Istri pelaku yang juga berada di dalam mobil saat kejadian merupakan adik kandung korban.

Di dalam mobil, pelaku LW duduk di sampingnya, sementara istri pelaku berada di kursi tengah bersama IN. Dalam perjalanan, pria yang sudah belasan tahun bekerja untuk IN itu mengaku tak nampak kecurigaan.

Ketiga orang yang masih memiliki hubungan saudara itu berbincang mengenai bisnis, mengingat masing-masing memiliki usaha. Setelah itu, mobil tiba di lokasi kejadian yakni gudang sebuah rokok di Jalan Monginsidi, Gilingan, Banjarsari, Surakarta.

Kris menceritakan, setelah itu pelaku turun dan meminta korban ikut turun, namun tak dituruti. Hal tersebut semakin membuat pelaku mengamuk dan memaki-maki korban. Karena pelaku berada didepan mobil, Kr melihat dengan jelas saat pelaku menunjukkan gelagat mencurigakan.

“Setelah itu pelaku mengambil pistol dari balik baju dan langsung menembaki mobil. Saya langsung mengunci pintu dan membawa mobil untuk putar balik,” tuturnya.

Kris menyebut jika pelaku terus memberondong mobil itu dengan tembakan saat putar balik. Dirinya tak terlalu ingat jumlah tembakan. Hanya saja, peluru menembus kaca bagian depan, kaca sopir hingga menembus jok yang dia duduki.

“Setelah berhasil kabur itu saya bawa ke kantor polisi (Mako Brimob Den C) untuk mengamankan diri. Setelah saya parkir dan meminta tolong ke petugas,” ujar dia.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut pelaku langsung menembaki mobil sebanyak delapan kali tembakan dan mengenai samping kanan sebanyak 4 bekas tembakan, samping kiri 2 bekas tembakan, depan 1 bekas tembakan dan belakang 1 bekas tembakan.

“Di dalam mobil itu juga masih ada istri dari pelaku. Mobil kemudian dibawa si sopir ini ke ke Mako Brimob Den C untuk mengamankan diri. Sementara pelaku kita amankan kurang dari dua jam di sebuah agen bus di Jaten,” tegas Ade Safri.

Sejauh ini, polisi menyimpulkan motif pelaku penembakan karena masalah bisnis. Kendati, Ade Safri mengatakan jajarannya akan terus mendalami kasus tersebut.

“Sementara ini motif adalah bisnis. Dan masih kita dalami. Penyidikan masih terus berlanjut. Di lapangan juga terus kita kembangkan,” kata Ade.

Saat ini, barang bukti seperti mobil, senjata api dan peluru diamankan di Mapolresta Surakarta. Pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP tentang percobaan pembunuhan serta Undang-Undang darurat terkait kepemilikan Senjata.(Seger)

Comments

comments