KKJ Desak Polisi Usut Teror Terhadap Jurnalis Victor Mambor

Ilustrasi - Aksi solidaritas wartawan untuk menolak tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis. (Foto : Antara)

Acuantoday.com, Jakarta- Pemimpin Umum Tabloid Jubi Papua, Victor Mambor mengalami teror berupa mobilnya dirusak pada Rabu dini hari yang diperkirakan antara pukul 00.00 hingga pukul 02.00 WIT di rumahnya di Jayapura.

Merespon teror yang menimpa Victor tersebut, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) menilai serangan teror ini semakin memperburuk kondisi kebebasan pers di wilayah Papua dan memperpanjang daftar kekerasan terhadap jurnalis.

“Teror kekerasan terhadap jurnalis ini merupakan satu dari sekian banyak kasus lainnya di Papua yang kemungkinan selama ini tidak masuk pendataan komunitas pers,” kata KKJ dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, SAFEnet, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Federasi Serikat Pekerja Media Independen (FSPMI), Amnesty International Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), mengecam teror yang terus menerus menimpa jurnalis Indonesia.

“Ini merupakan rentetan dari sejumlah serangan terhadap Victor maupun Tabloid Jubi yang terjadi sebelumnya, mulai dari doxing dan konten digital yang menyudutkan, dan ancaman pemidanaan. Tindakan teror ini diduga terkait pemberitaan di Tabloid Jubi,” ujarnya.

Guna mencegah terjadinya teror di kemudian hari, Komite Keselamatan Jurnalis mendesak Kepolisian untuk menangkap pelaku teror dan dijerat dengan delik pidana, sebagaimana diatur dalam pasal 18 ayat (1) UU Pers No 40 Tahun 1999, junto Pasal 170 ayat (1) atau Pasal 406 ayat (1) KUHP.

“Diduga ada upaya teror yang dialami Victor yang berkaitan dengan berita, juga ada pengrusakan barang yang merupakan tidak pidana. Pembiaran terhadap teror dapat diartikan aparat mengamini teror yang dilakukan pelaku terhadap Victor Mambor,” ucapnya.

Selain itu, Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) juga meminta Dewan Pers untuk membentuk Satgas anti-Kekerasan guna memastikan kepolisian mengusut kasus ini dengan tuntas.

“Dewan Pers juga perlu memantau dan menuntaskan kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis yang selama ini luput dalam pendataan. Kemudian menyampaikan secara berkala, setiap 3 bulan kepada publik hasil pendampingan kasus-kasus kekerasan jurnalis,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments