Kolesterol Tinggi ‘Si Silent Killer’

Ilustrasi--- heartfoundation.org.nz

Acuantoday.com— Salah satu penyebab kolesterol tinggi adalah sering mengkonsumsi makanan tidak sehat yang kaya akan lemak jenuh dan lemak trans. Di antaranya makanan hewani seperti jeroan, lemak dari daging dan daging merah. Selain itu lemak jenuh terkandung dalam daging, susu full cream, biscuit, keripik kemasan, kue kering, dll, yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Menurut alodokter, kadar kolesterol tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan munculnya penyakit berbahaya, seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit arteri perifer (PAD). Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui tanda-tanda kolesterol tinggi agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut.

Sebenarnya kolesterol tidak selamanya buruk bagi tubuh Anda, karena sejatinya tubuh memerlukan zat tersebut untuk mendukung proses metabolisme, membangun sel-sel baru, membantu produksi vitamin D, dan membentuk hormon.

Mengutip familydoctor.org, kolesterol adalah zat lilin yang dibuat hati Anda untuk melindungi saraf dan membuat jaringan sel dan hormon tertentu. Tubuh Anda juga mendapat kolesterol dari makanan yang Anda makan. Ini termasuk telur, daging, dan produk susu. Terlalu banyak kolesterol bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda. Ada kolesterol “baik” dan “kolesterol jahat”.

Apa perbedaan antara kolesterol “baik” dan “kolesterol jahat”?

Kolesterol baik dikenal sebagai high-density lipoprotein (HDL). Ini menghilangkan kolesterol dari aliran darah. Low-density lipoprotein (LDL) adalah kolesterol “jahat”.

Jika kadar kolesterol total Anda tinggi karena kadar LDL yang tinggi, Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung atau stroke. Namun, jika kadar kolesterol total Anda tinggi hanya karena kadar HDL yang tinggi, Anda mungkin tidak berisiko lebih tinggi.

Trigliserida adalah jenis lemak lain dalam darah Anda. Ketika Anda makan lebih banyak kalori daripada yang bisa digunakan tubuh Anda, itu mengubah kalori ekstra menjadi trigliserida.

Mengubah gaya hidup Anda (pola makan dan olahraga) dapat meningkatkan kadar kolesterol Anda, menurunkan LDL dan trigliserida, dan meningkatkan HDL.

 Kadar kolesterol ideal yang berhubungan dengan risiko penyakit jantung:

Tingkat kolesterol total – kurang dari 200 adalah yang terbaik, tetapi itu tergantung pada tingkat HDL dan LDL Anda.

Kadar kolesterol LDL – kurang dari 130 adalah yang terbaik, tetapi ini tergantung pada risiko penyakit jantung Anda.

Kadar kolesterol HDL – 60 atau lebih tinggi mengurangi risiko penyakit jantung.

Trigliserida – kurang dari 150 miligram per desiliter (mg / dl) adalah yang terbaik.

Gejala Kolesterol Tinggi

Seringkali, tidak ada gejala khusus dari kolesterol tinggi. Anda bisa saja memiliki kolesterol tinggi dan tidak menyadarinya. Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, tubuh Anda mungkin menyimpan kolesterol ekstra di arteri Anda. Ini adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh Anda.

Penumpukan kolesterol di arteri Anda dikenal sebagai plak. Seiring waktu, plak bisa menjadi keras dan membuat arteri Anda menyempit. Endapan besar plak dapat sepenuhnya menyumbat arteri. Plak kolesterol juga bisa pecah, menyebabkan pembentukan gumpalan darah yang menghalangi aliran darah.

Arteri yang tersumbat ke jantung dapat menyebabkan serangan jantung. Arteri yang tersumbat ke otak Anda dapat menyebabkan stroke.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki kolesterol tinggi sampai mereka menderita salah satu dari peristiwa yang mengancam jiwa. Itu sebabnya kolesterol tinggi kerap disebut ‘silent killer’. Karenanya rajin lah melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi Anda.***dian

Comments

comments