Komentar Miring Terkait Permintaan Relawan Jokowi Harus Diakhiri

Acuantoday.com, Jakarta – Permintaan relawan pemenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Pro Jokowi (Projo) agar Kementerian BUMN  menambah kursi komisaris dan direksi dari relawan, sebaiknya ditanggapi dengan bijak.

Selain itu, komentar miring terkait permintaan itu harus segera dikahiri. Sebab, hal itu bisa melukai banyak pihak yang turut mengantarkan Jokowi memenangi Pilpres.

Demikian ditegaskan  mantan Kepala Sekretariat Direktorat Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma’ruf Amin, Jay octa, di Jakarta, Sabtu (31/10).

Jay mengaku kecewa karena beberapa politisi di Senayan berkomentar miring terkait permintaan Projo. Menurut dia, relawan Jokowi datang dari berbagai latar belakang, tak sedikit dari kalangan profesional, yang punya kapabilitas seandainya ditempatkan di BUMN.

“Saya heran, kok banyak politikus  Senayan yang meng-counter usulan relawan. Apa maunya mereka?” ujarnya.

Sebelumnya, Projo meminta Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat lebih banyak komisaris BUMN dari unsur relawan.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Projo, Handoko, banyak relawan Jokowi yang memiliki kompetensi dan pengalaman untuk duduk di kursi komisaris atau direksi BUMN.

Namun permintaan Projo mendapat komentar miring dari sejumlah politisi di Senayan.

Anggota Fraksi Golkar, I Gde Sumarjaya Linggih, meminta para relawan Jokowi tidak banyak menuntut.

“Jangan menuntut dong, boleh mengusulkan. Kalau menuntut itu memaksakan kehendak biasanya, kalau mengusulkan berarti memberikan solusi,” kata  Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu.

Sementara Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza, mengatakan sudah banyak relawan Jokowi yang menduduki jabatan komisaris atau direksi di BUMN.

Menurut dia, kursi komisaris atau direksi BUMN bukan imbalan bagi pendukung Jokowi.

“Pembagian kursi komisaris atau direksi bukan imbalan, tapi justru harus mendukung dan menjaga program presiden di BUMN berjalan maksimal,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  itu.

Jay Octa meninta komentar miring terkait permintaan Projo dihentikan. Sebab, jika berkelanjutan, hal itu akan memicu masalah baru.

“Komentar yang nggak jelas itu bisa melukai banyak pihak,” katanya.

Dia meminta para wakil rakyat di Senayan “dingin” sambil menunggu respon Menteri  BUMN Erick Thohir.

“ Sebaiknya nggak usah gaduh. Bialrah Pak Erick Thohir mengambil keputusan dengan nyaman,” katanya. (Tina)

Comments

comments