Komisi III DPR Awasi Proses Hukum Kasus Narkoba Di Kalsel

Komisi III DPR saat kunjungan kerja (kunker) ke mitra kerjanya di Kalsel, Senin (12/10)./Foto: Biro Pemberitaan DPR RI

Acuantoday.com, Kalimantan Selatan- Tugas dan tanggung jawab Komisi III DPR RI adalah mengawasi penerapan hukum terhadap pelaku kejahatan oleh aparat penegak hukum, termasuk di dalamnya kasus pengedaran narkoba. Atas dasar itu, Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi menggelar pertemuan dengan jajaran Polda dan Kejaksaan Tinggi dan Kanwil Menkumham Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Kunker hari ini ke Kalsel adalah bagian dari Kunker Reses Komisi III, karenanya kita bertemu dengan para mitra kerja Komisi III di daerah seperti Kapolda, Kajati, Kanwil Kemenkumham beserta jajaran masing-masing,” kata Aboe Bakar saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke mitra kerjanya di Kalsel, Senin (12/10).

Dikatakan Aboe Bakar, pertemuan bersama Kapolda, Kajati dan Kakanwil Menkumham ini sebagai pengawasan implementasi kerja lapangan dari mitra kerja Komisi III DPR RI.

“Kita melihat bagaimana eksekusi program yang telah disusun dalam Rencana Kerja Kementerian dan Lembaga. Selain itu kita juga banyak membahas kendala yang dialami oleh mitra kerja di lapangan. Hal itu menjadi catatan kami untuk perbaikan ke depan,” ucapnya.

Sekjend PKS ini menuturkan, dalam diskusi bersama para petinggi aparat penegak hukum di Kalsel itu dibahas soal masukan masyarakat, dan kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik juga dibahas.

“Misalkan saja soal narkoba, kita apresiasi kemarin pengungkapan 300 kg sabu oleh polda, kemudian kita monitoring proses penegakan hukumnya. Ini adalah bagian dari pengawasan untuk memastikan proses penegakan hukum telah dilakukan dengan baik,” ungkapnya.

Selain itu, Aboe Bakar mengakui jika masalah dua narapidana perempuan Karang Intan yang terlibat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil narkoba ikut dibahas untuk didalami masalahnya.

“BNN sudah menyita aset mereka sampai dengan Rp5,2 milir. Kenapa hal ini bisa terjadi?, bagimana pengamanan dalam lapas?. Apakah mereka juga bisa membawa alat komunikasi, sehingga bisa leluasa mengontrol perdagangan narkoba?,” jelasnya.

Lanjut Aboe Bakar, pada kunker Komisi III juga mengapresiasi kinerja baik dari mitra Komisi III. “Misalkan saja, Kejati Kalsel kemarin sudah meraih WBK, sekarang sedang menuju proses ke WBBM dan kemarin hasil penilaian internalnya sangat bagus, karenanya juga perlu kita apresiasi hal itu,” ujarnya.

Selain itu, Aboe Bakar memastikan bahwa pelayanan untuk masyarakat berlangsung dengan baik, seperti mengevaluasi bagaimana pelayanan penerbitan paspor di Kalsel.

“Alhamdulillah, sekarang ada ULP di Rantau, ini mendekatkan layanan untuk para warga masyarakat di Banua Enam. Kami juga memberikan dukungan untuk kegiatan pelayanan seperti ini,” tutup Aboe Bakar. (rht)

Comments

comments