Komitmen Menkes Terawan Perangi Covid-19: Bantu RSUP Fatmawati Milki Radiologi Canggih dan Ruang Isolasi Bertekanan Negatif

Menkes Terawan resmikan layanan alat radiologi canggih dan ruang isolasi bertekanan negatif untuk penanganan COVID-19. /Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Inovasi dalam intervensi medis untuk penanganan Covid-19 terus digalakkan pemerintah. Salah satunya, menyiapkan fasilitas kesehatan di rumah sakit dengan sentuhan teknologi canggih. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto tak tanggung-tanggung mengucurkan anggaran dana kepada setiap rumah sakit untuk mendukung inovasi, salah satunya Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan.

Di sana tersedia alat radiologi canggih berupa Computerised Tomograp (CT) Scan, yang memiliki 128 slices dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan kapasitas tiga tesla. Dari kedua alat canggih itu, diharapkan pendeteksian virus corona pada tubuh seseorang, bisa berjalan lebih cepat dan akurat. 

Bagi Menkes Terawan, inovasi yang sudah ada ini bakal mempunyai dampak positif, di luar dari kegunaannya mendukung penanganan COVID-19. 

“Kita sudah melakukan inovasi, terobosan yang luar biasa. Ini adalah menjadi modal, baik untuk ilmu pengetahuan maupun untuk pelayanan, dan khususnya bisa mendatangkan berkah dan kesejahteraan bagi RSUP (Fatmawati),” kata Terawan di sela-sela peresmian pelayanan alat radiologi canggih dan ruang perawatan isolasi tekanan negatif di RSUP Fatmawati, Selasa (22/12). 

Selain alat radiologi berteknologi canggih, rumah sakit yang didirikan oleh ibu negara, Fatmawati pada 1954 silam, berbenah diri dengan menambah ruang perawatan isolasi bertekanan negatif. 

Setidaknya, kini tersedia total 32 tempat tidur isolasi, 2 ruangan isolasi tekanan negatif, 4 ruangan bertekanan alami dan 1 ruangan tindakan bertekanan negatif, serta 4 tempat tidur hemodialisa. Semua fasilitas kesehatan tersebut, terletak di Gedung Anggrek lantai 4 dan 5.

Lewat penambahan faskes demikian, Menkes Terawan optimistis, jalannya penanganan pasien terkonfirmasi virus corona bisa semakin baik. Mantan Dirut RSPAD Gatot Soebroto ini pun menitip pesan, agar para tenaga kesehatan, dan juga non nakes bisa memanfaatkannya dengan menunjukkan kinerja maksimal.

“Pesan saya terus melayani dengan baik, dengan hati, tetap semangat, jangan kendor, saya percaya RSUP Fatmawati mampu memanfaatkan, ruang tekanan negatif ini maupun juga radiologi canggih ini dengan baik dan saya percaya, akan diberkahi untuk melayani umat manusia yang sedang membutuhkan,” tutur Terawan. 

Dalam kesempatan sama, Plt Dirut RSUP Fatmawati Azhar Jaya, mengatakan total biaya untuk membangun ruang isolasi baru sekira Rp34 miliar. Dana itu berasal dari anggaran Kemenkes yang diterima rumah sakit sebesar 312 miliar. 

Dengan penambahan tempat tidur isolasi, ia melanjutkan, secara keseluruhan rumah sakitnya itu kini mempunyai 232 tempat tidur isolasi, yang terdiri dari 91 tempat tidur isolasi bertekenan negatif, dan 141 ruang isolasi nontekanan negatif. 

“Maka ini menjadikan RSUP Fatmawati sebagai rumah sakit terbesar di Jakarta Selatan untuk perawatan pasien isolasi Covid-19,” kata dia.

Ia lantas berterima kasih dengan bantuan Kemenkes, dalam hal ini Menkes Terawan dengan politik anggarannya, yang telah mendukung untuk pembelian alat radiologi canggih dan penambahan ruang isolasi bertekanan negatif.

“Alat-alat dan fasilitas ruang isolasi ini tentunya sangat mendukung kami dalam pelayanan Covid-19,” tuturnya. (rwo)

Comments

comments