Komnas HAM Fokus Periksa Saksi dan Barang Bukti Kasus Penembakan 6 Laskar FPI

Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya dalam konferensi pers insiden penembakan 6 orang yang diduga simpatisan FPI./Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta-Komnas HAM terus melakukan penyelidikan kasus 6 Laskar FPI yang ditembak mati polisi dalam bentrok di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 51, beberapa waktu lalu. 

Menurut Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik dalam keterangannya Jumat (25/12), saat ini tengah dilakukan pemeriksaan terhadap kepolisian dan FPI di dua tempat berbeda.

Saksi dari aparat diperiksa di kantor Inspektorat Pengawas Daerah Polda Metro Jaya, selama lima jam, Kamis (24/12) kemarin. Sedangkan peneriksaan dari FPI tidak disebutkan lokasinya.

Fokus dari pemeriksaan, kata Taufan, mengincar keterangan soal beberapa hal. 

“Untuk memperjelas alur kronologi, menguji kesesuaian, dan ketidaksesuaian, serta memperdalam beberapa keterangan yang sudah didapat,” imbuhnya. 

Penyelidikan yang dilakukan sudah sampai memeriksa barang bukti berupa senjata api, rekaman suara yang diduga milik 6 Laksar FPI hingga mobil yang dipakai polisi dan FPI dalam insiden 7 Desember tersebut. 

Barang bukti terakhir, Komnas HAM mengklaim menemukan percikan darah saat memeriksa mobil Laskar FPI. 

Temuan percikan darah itu sendiri bakal didalami oleh Komnas HAM untuk mengungkap terang kasus ini. 

Apakah betul memang ada pelanggaran HAM yang dilakukan polisi dalam insiden itu. 

“Butuh analisa lebih dalam lagi. cek darah dari anggota FPI itu. Siapa saja yang ada di sudut sini sudut situ juga butuh pendalaman lagi,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung, usai memeriksa kondisi mobil di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/12) pekan ini. 

Penyelidikan terhadap mobil dalam insiden itu, digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui bagaimana proses penembakan terjadi. 

Sebab, rekonstruksi yang dilakoni polisi menceritakan terjadinya baku tembak antara aparat dan para laskar.

Dalam rekonstruksi, baku tembak terjadi sejak di TKP awal, yaitu di sekitar depan Hotel Novotel, Jalan Internasional, Karawang Barat. Di sana, mulanya ada mobil laskar lain berjenis Avanza silver, yang ditumpangi oleh 4 laskar yang kini bersatus buron. 

Mobil itu menabrak kendaraan polisi. Seusai itu, supir Avanza Silver seketika melarikan diri dan mobil Chevrolet Spin milik laskar kemudian bergantian mengadang hingga menyetop mobil polisi. 

Kemudian, empat Laksar FPI dari mobil itu keluar dengan menenteng senjata tajam untuk menyerang mobil polisi. Merasa terancam, polisi lantas lepaskan tembakan peringatan ke udara sembari berteriak polisi.

Keempat orang laskar FPI lalu masuk lagi ke mobil usai tembakan itu dan setelahnya keluar lagi dua orang. Mereka lantas menembak ke arah mobil polisi. (rwo)

Comments

comments