Komnas HAM Sebut Vonis Mati bagi Pelaku Korupsi Melawan Norma Internasional

Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik. (Foto: Acuantoday.com/Ali)

Acuantoday.com, Jakarta- Di tengah desakan vonis hukuman mati untuk pelaku korupsi dan bandar narkoba, Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik menegaskan, bahwa hukuman mati bagi kedua perbuatan di atas bertentangan dengan norma hukum internasional.

“Hukuman mati itu hanya diizinkan untuk tindak pidana yang disebut the most serious crime seperti pelanggaran HAM berat dan kejahatan perang,” kata Ahmad Taufan di Jakarta, Minggu (21/2/2021).

Mantan dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara (USU) itu menjelaskan, jika RI menerapkan hukuman mati pada pelaku narkoba dan korupsi, maka akan dipersoalkan oleh masyarakat dunia internasional.

“Korupsi, narkoba dan lain-lain itu tidak termasuk pelanggaran HAM berat. Maka itu pasti akan dipersoalkan,” ujarnya.

Mantan Anggota Dewan Riset Daerah Sumut itu menerangkan, di dunia internasional saat ini, hukuman mati yang dibenarkan hanya mencakup perbuatan genosida, kejahatan kemanusiaan, agresi, dan kejahatan perang.

“Di tingkat global, yang diberikan ruang untuk hukuman mati oleh sebuah negara hanya genosida, kejahatan kemanusiaan, agresi, dan kejahatan perang,” pungkasnya. (Mmu)

Comments

comments