Komnas HAM Temukan Percikan Darah di Mobil Laskar FPI

Komnas HAM periksa tiga mobil yang terlibat dalam insiden bentrok polisi-FPI di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Foto: Acuantoday.com (Rohman Wibowo)

Acuantoday.com, Jakarta―Komnas HAM menemukan percikan darah di dalam mobil Laskar FPI, yang digunakan saat bentrok dengan polisi di ruas Tol Jakarta Cikampek Km 51, awal Desember lalu. 

Hal itu terungkap usai beberapa Komisioner Komnas HAM, termasuk Ketua Tim Penyelidikan kasus ini, Choirul Anam melakukan pemeriksaan terhadap tiga mobil. Dua mobil keluaran Toyota jenis Avanza berwarna silver milik polisi dan satu mobil merek Chevrolet Spin, yang ditumpangi 6 Laskar FPI. 

Komisioner ini tampak keluar masuk mobil, memeriksa tempat duduk, bagian luar kendaraan mobil, hingga kaca mobil yang retak seperti bekas tembakan. Mereka memeriksa detail setiap bagian mobil, kemudian mencatatnya.

Temuan percikan darah itu bakal didalami oleh Komnas HAM untuk mengungkap terang kasus ini, apakah betul memang ada pelanggaran HAM yang dilakukan polisi dalam insiden itu. 

“Butuh analisa lebih dalam lagi. Cek darah dari anggota FPI itu. Siapa saja yang ada di sudut sini sudut situ juga butuh pendalaman lagi,” kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung, usai memeriksa kondisi mobil di Mapolda Metro Jaya, Senin (23/12). 

Beka mengatakan, temuan baru atas pemeriksaan ketiga mobil ini, bakal dikombinasikan dengan temuan lain. 

“Memang ada beberapa hal yang harus ditindaklanjuti terkait dengan uji balistiknya seperti apa, terus siapa saja yang menembak, ini juga harus butuh pendalaman,” imbuhnya. 

Penyelidikan, kata Beka, akan didukung dengan keterangan dari beberapa saksi, termasuk aparat yang berada di dalam kedua mobil saat melakukan penembakan 6 Laskar FPI. 

Kemudian, semua hasil temuan bakal diuji lagi dengan keterangan polisi yang sebelumnya pernah jalani pemeriksaan di Komnas HAM. 

“Kami butuh keterbukaan dari semua pihak, bukan hanya dari yang berada dalam mobil, tapi juga semua petugas polisi, supaya benderang semua, tidak ada spekulasi,” tutur Beka. 

Penyelidikan terhadap mobil dalam insiden itu, digunakan sebagai salah satu cara untuk mengetahui bagaimana proses penembakan terjadi. Sebab, rekonstruksi yang dilakoni polisi menceritakan terjadinya baku tembak antara aparat dan para laskar.

Dalam rekonstruksi, baku tembak terjadi sejak di TKP awal, yaitu di sekitar depan Hotel Novotel, Jalan Internasional, Karawang Barat. Di sana, mulanya ada mobil laskar lain berjenis Avanza silver, yang ditumpangi oleh empat laskar yang kini berstatus buron. 

Mobil itu menabrak kendaraan polisi. Seusai itu, supir Avanza Silver melarikan diri dan mobil Chevrolet Spin milik laskar kemudian bergantian mengadang hingga menyetop mobil polisi. 

Kemudian, empat laskar FPI dari mobil itu keluar dengan menenteng senjata tajam untuk menyerang mobil polisi. Merasa terancam, polisi lantas lepaskan tembakan peringatan ke udara sembari berteriak polisi.

Keempat orang laskar FPI lalu masuk lagi ke mobil usai tembakan itu dan setelahnya keluar lagi dua orang. Mereka lantas menembak ke arah mobil polisi. (rwo)

Comments

comments