Komnas HAM Ungkap Temuan Sejumlah Barang Bukti Penembakan 6 Laskar FPI,

Acuantoday.com, Jakarta―Penyelidikan Komnas HAM soal 6 Laskar FPI yang ditembak mati polisi, sejauh ini mendapati sejumlah barang bukti dari tempat insiden di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 50. 

Hasilnya, ditemukan berupa proyektil peluru yang diduga kuat digunakan dalam insiden maut yang terjadi awal Desember ini. 

“Sampai saat ini ada proyektil 7 buah, tapi satu tidak yakin karena ini potongan kecil. Kedua selongsong perluru, ada 4 buah,” kata Komisioner Komnas HAM, yang juga ketua tim penyelidikan kasus ini, Choirul Anam dalam jumpa pers di Gedung Komnas HAM, Jakarta Selatan, Senin (28/12). 

Anam tak ingin terburu-buru menganalisa barang bukti yang didapat. Apakah itu benar milik polisi yang dipakai untuk menembak mati para laskar atau tidak. 

Katanya, setiap proyektil peluru mesti dilakukan uji balistik. 

“Tapi saya tegaskan temuan tersebut harus dikonfirmasi ulang misalnya proyektil atau selongsong peluru diuji balisitik. Mulai hari ini (kami) akan memeriksa ahli balistik untuk ngomong soal peluru, termasuk komposisi logam,” kata dia. 

Pengungkapan proyektil peluru, kata Anam, bakal menjadi petunjuk penting untuk membuat terang penyelidikan. 

Sebab, dari hasil pemeriksaan mobil yang digunakan dalam insiden, baik mobil polisi atau FPI, menunjukkan adanya lubang yang diduga kuat bekas peluru. 

Komnas HAM juga mendapati barang butki lain di lokasi kejadian yang berkaitan dengan mobil. 

Ditemukan 9 bagian mobil, yang salah satunya bagian sen. Temuan ini bakal ditelusuri lebih lanjut terkait kepemilikannya dengan memintai keterangan dari sejumlah pihak. 

“Kami juga sedang mengecek bagian mobil, apakah itu yang digunakan Polisi atau anggota FPI. Karena kami melihat ada kerusakan dari mobil, apakah kemudian mobil Itu kerusakannya seperti apa atau ada bagian yang hilang dan cacatnya seperti apa. Ini yang akan diminta keterangan,” tutur Anam. 

Temuan lain yang didapati Komnas HAM di lokasi insiden, antara lain alat pendengar suara hingga 4 bagian dari kamera pengawas atau CCTV. Buat temuan terakhir, Anam tak memberi detail informasinya, apakah CCTV itu sengaja dirusak atau tidak. 

Penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM sudah berlangsung sejak 7 Desember lalu. Sejumlah saksi dari sudah dimintai keterangannya, mulai dari masyarakat di sekitar lokasi insiden hingga pihak yang terlibat. Sejumlah pihak kepolisian sudah diperiksa, termasuk Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigen Andi Rian. 

Sejauh ini, Komnas HAM belum bisa menyimpulkan semua petunjuk yang didapat untuk mengarahkan siapa yang bertanggungjawab atas insiden ini. 

“Sampai saat ini tidak pernah menyampaikan kesimpulan atas temuan yang ada. Analisa saja belum. Tahapnya kami masih mengumpulkan keterangan,” pungkas Anam. (rwo)

Comments

comments