Komplotan Begal Sepeda Dibekuk Lagi

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana (kedua kiri) pimpin jumpa pers penangkapan pelaku begal sepeda di Mako Polda Metro Jaya, Sabtu (7/11/2020). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

Acuantoday.com, Jakarta – Subdit 3 Resmob Polda Metro kembali menangkap komplotan begal sepeda yang kerap beraksi di jalanan Jakarta. Mereka adalah F (22), AH (30), FH (30), MM (36), SF (37), dan DRF (34).

Untuk tersangka F, polisi mesti lepaskan peluru ke badannya karena berupaya melawan saat hendak ditangkap. “Sehingga kita lakukan tindakan tegas dan terukur yang bersangkutan meninggal dunia pada saat kita bawa ke rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/10).

Pengungkapan komplotan begal sepeda ini bermula dari tiga laporan polisi, yang kemudian diusut. Diketahui komplotan ini sudah beraksi di tiga titik dengan peran berbeda.

Untuk pelaku begal adalah F, AH dan FH. F yang ditembak mati disebut sebagai otak pembegalan, karena ditunjuk sebagai pemilih korban begal. Sementara sisanya berperan sebagai penadah hasil curian.

Aksi begal awal dimulai pada hari Sabtu tanggal 21 November 2020 di sekitar depan Terminal Blok M Jakarta Selatan. Saat itu F, AH dan FH melancarkan aksinya. Mereka memepet korban yang sedang menggowes sepeda, dan setelahnya langsung mengambil harta korban. Dari aksi ini, satu ponsel Samsung S10 dicuri.

Hasil curian kemudian dijual kepada tersangka MM.

Aksi kedua berlangsung pada Minggu tanggal 22 November di tempat sama dengan modus serupa. Kali ini hasil curian mendapati ponsel Samsung S20 yang kemudian dijual.

Berikutnya, para tersangka kembali beraksi pada Sabtu tanggal 28 November di depan MD Building Jalan Setiabudi Selatan, Kuningan, Setiabudi Jakarta Selatan.

“Para tersangka mengambil satu unit Iphone 10 warna hitam milik korban secara paksa yang disimpan dibadan para pesepeda, dan barang bukti masih ada dalam penguasaan para tersangka,” ujar Yusri.

Kepada polisi, pelaku menyasar korban yang memamerkan hartanya saat menggowes sepeda. Terlebih mereka yang terang-terangan menaruh ponselnya di kemudi sepeda.

“Modusnya adalah dia melihat ada yang lengah sedang menggunakan ponsel dan kemudian melakukan perampasan atau pembegalan terhadap korban dan ini yang sering viral di media sosial,” ungkap Yusri.

Pelaku dari komplotan pembegal ini belum semua ditangkap, menyusul masih ada satu orang yang kini masih dalam pengejaran.

Terhadap mereka yang diciduk, polisi sangkakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara untuk para pembegal. Sedangkan bagi penadah dijerat Pasal 480 dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. (rwo)

Comments

comments