Konsumsi Nasi Diprediksikan Turun Tujuh Persen

Pekerja menata beras bantuan sosial (bansos) sebelum didistribusikan ke masyarakat di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, Jawa Timur, Rabu (2/9/2020)./Foto: Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Tingkat konsumsi beras secara nasional diprediksikan turun sebesar tujuh persen menjadi 85/kg/kapita per tahun dalam lima tahun ke depan atau hingga 2024.

Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Riwantoro di Jakarta, Rabu (9/9) mengatakan, penurunan konsumsi beras sebesar itu setara 1,77 juta ton atau senilai Rp17,78 triliun.

“Namun dengan catatan, penurunan konsumsi beras bisa dicapai asalkan ada intervensi dari pemerintah. Tanpa intervensi, penurunan konsumsi beras hanya mampu mencapai posisi 91,2 per kg per kapita per tahun,” katanya dalam Diskusi Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertemakan “Diversifikasi Pangan Kokohkan Ketahanan Pangan Nasional”

Khusus tahun 2020, lanjutnya, rata-rata konsumsi beras ditargetkan turun ke posisi 92,9 per kg per kapita per tahun dari posisi tahun lalu sebesar 94,9 per kg per kapita per tahun.

“Kami targetkan ada satu penurunan pangan beras kita dan itu harus diikuti dengan kenaikan konsumsi pangan lokalnya,” ujarnya.

Terkait program diversifikasi atau penganekaragaman pangan, Riwanto menyatakan BKP memiliki strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk mewujudkannya.

Riwantoro menyebutkan diversifikasi pangan bertujuan mengantisipasi krisis, penyediaan pangan alternatif, menggerakan ekonomi dan mewujudkan sumber daya manusia yang sehat dengan sasaran menurunkan ketergantungan konsumsi beras.

Saat ini, setiap provinsi difokuskan memproduksi panganan lokal selain beras, tambahnya, ada enam komoditas pangan diantaranya ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan sorgum. (mad)

Comments

comments