Kontroversi Pisang: Benarkah Pisang Bermanfaat untuk Kesehatan?

Ilustrasi-- sumber foto eatthis.com

Acuantoday.com— Ada sedikit kebingungan seputar pisang. Sebagian orang menganggap buah emas ikonik ini sebagai pilihan yang sehat, sementara yang lain menghindarinya karena menganggap sebagai makanan buruk. Ini seperti yang ada di info internet bahwa pisang termasuk dalam makanan terburuk. Pisang diklaim sebagai makanan yang bisa menambah berat badan dan sembelit.

Mengutip hsph.harvard.edu, sebuah artikel dari tahun 1917 yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association membela nilai gizi pisang seolah menjawab ‘kepercayaan yang berkembang di sebagian masyarakat’ bahwa ‘pisang penyebab gangguan pencernaan dan mengandung komponen makanan yang berbahaya’.

Pisang sebagai makanan bergizi dan makanan sehat disahkan oleh American Medical Association pada awal abad ke-20, pisang juga bisa membantu penderita penyakit celiac (penyakit autoimun yang terjadi akibat mengkonsumsi gluten).

Pisang mengandung adalah sumber Vitamin B6, serat, kalium, magnesium, Vitamin C dan Mangan. Satu porsi, atau satu pisang matang sedang, menyediakan sekitar 110 kalori, 0 gram lemak, 1 gram protein, 28 gram karbohidrat, 15 gram gula (alami), 3 gram serat, dan 450 mg kalium.

Pisang dan Kesehatan

Kesehatan jantung. Pisang merupakan sumber potasium yang sangat baik, mineral dan elektrolit penting dalam tubuh yang membawa muatan listrik kecil. Muatan ini menyebabkan sel-sel saraf mengirimkan sinyal agar jantung berdetak secara teratur dan otot berkontraksi.

Kalium juga dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan air yang sehat dalam sel, dan mengimbangi efek natrium makanan berlebih. Ketidakseimbangan dalam diet yang terlalu sedikit kalium dan terlalu banyak natrium dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.

Natrium yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan cairan dalam darah, memberi tekanan pada dinding pembuluh darah dan akhirnya menyebabkan kerusakan.

Kalium membantu tubuh mengeluarkan natrium ekstra dalam urin, dan meredakan ketegangan di dinding pembuluh darah. Pisang, kaya kalium dan serat serta rendah natrium, merupakan komponen penting dari diet jantung sehat seperti DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) yang menargetkan sekitar 4.700 mg diet kalium setiap hari.

Kesehatan pencernaan. Pisang termasuk dalam diet BRAT (singkatan dari Pisang, Nasi, Saus Apel, Roti Panggang), rejimen yang dulu biasa diresepkan untuk pasien diare atau yang membutuhkan diet hambar dan mudah dicerna setelah sakit perut.

Tidak hanya mudah dimakan, pisang dapat membantu mengisi elektrolit seperti kalium yang hilang akibat diare atau muntah, dan mengandung pati resisten (terutama jika menggunakan pisang hijau yang belum terlalu matang) yang dapat mendukung penyembuhan usus.

Pisang mentah mengandung pati resisten, sejenis karbohidrat yang “menahan” pencernaan di usus kecil. Ini diserap perlahan dan tidak menyebabkan kenaikan tajam gula darah.

Pati berperan sebagai makanan untuk pertumbuhan mikroba bermanfaat di saluran pencernaan. Mikroba memecah dan memfermentasi pati saat masuk ke usus besar, menghasilkan asam lemak rantai pendek (SCFA) yang mungkin berperan dalam pencegahan penyakit kronis termasuk gangguan pencernaan. Studi klinis telah menunjukkan potensi penggunaan SCFA dalam pengobatan kolitis ulserativa, penyakit Crohn, dan diare terkait antibiotik.

Pengendalian berat badan. Tidak ada bukti bahwa pisang berkontribusi pada penambahan berat badan, meskipun banyak yang mempercayainya. Dalam analisis tiga studi kohort prospektif besar, para peneliti mencari hubungan antara asupan buah dan sayuran tertentu yang dilaporkan dan perubahan berat badan pada 133.468 pria dan wanita AS yang diikuti hingga 24 tahun.

Hasilnya disesuaikan untuk memperhitungkan faktor lain yang dapat berkontribusi terhadap perubahan berat badan seperti merokok dan aktivitas fisik. Meskipun asupan apel, pir, dan beri yang lebih tinggi cenderung lebih kuat menunjukkan kaitannya dengan penurunan berat badan dari waktu ke waktu, pisang juga dikaitkan dengan penurunan berat badan, namun hanya sedikit.***dian

Comments

comments