Korban Meninggal Karena Suntikan Vaksin Flu di Korsel Meningkat

Dokumentasi - Seorang warga menjalani tes penyakit virus corona (COVID-19) di sebuah klinik darurat di Seoul, Korea Selatan (26/8)/Foto:Antara/Reuter/Kim Hong-Ji

Acuantoday.com, Seoul- Sedikitnya 13 warga Korea Selatan meninggal setelah disuntik vaksin flu, dalam beberapa hari terakhir. Demikian media resmi pemerintah dan media lokal melaporkan.

Namun otoritas kesehatan Korea Selatan Rabu (21/10) mengatakan tidak akan menangguhkan program penyuntikan vaksin flu secara gratis kepada sekitar 19 juta orang. Alasanya, hasil penyelidikan pendahuluan terhadap enam korban jiwa menunjukkan tidak ada hubungan langsung antara kematian korban dengan vaksin yang disuntikkan.

Seorang pejabat mengatakan, sedikitnya lima dari enam orang meninggal memiliki kondisi yang mendasari kematian mereka.

Jatuhnya korban jiwa itu terjadi hanya seminggu setelah program vaksinasi flu gratis untuk remaja dan lansia dimulai kembali.

Program tersebut ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis, yang perlu disimpan di lemari es, telah terpapar pada suhu ruangan saat diangkut ke fasilitas medis.

Vaksin flu di Korea Selatan berasal dari berbagai sumber. Produsen vaksin flu di Korsel termasuk produsen lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Pharmaceutical Co, bersama perusahaan farmasi asal Prancis Sanofi dan Glaxosmithkline asal Inggris.

Distributor vaksin flu di Korsel termasuk LG Chem Ltd dan Boryung Biopharma Co. Ltd., yang merupakan bagian dari Boryung Pharm Co. Ltd.

GC Pharma, LG Chem, SK Bioscience dan Boryung menolak berkomentar perihal adanya orang meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu. Sementara itu, Ilyang Pharmaceutical, Sanofi dan GSK belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Korea Selatan telah memperpanjang program vaksin musimannya tahun ini untuk menangkal potensi komplikasi wabah COVID-19 dan mengurangi beban rumah sakit selama musim dingin. (Tina)

Comments

comments