KPK Diminta Kaji Jadikan Struktur menjadi Gemuk

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango, Selasa (29/9) mengingatkan putusan pengurangan hukuman bagi koruptor oleh Mahkamah Agung (MA) jangan sampai menggerus rasa keadilan dan semangat pemberantasan korupsi./Foto : Antara

Acuantoday.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menambah beberapa jabatan hingga terjadi penggemukan struktur dalam tubuh KPK.

“Apa yang beredar di media kemarin mengenai Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi, saya pikir itu adalah ranah internal daripada KPK. Mari kita sama-sama hormati,” kata Dasco di Gedung DPR, Kamis (19/11).

Meski begitu, Dasco juga meminta Komisi III selaku mitra kerja KPK untuk mendalami hal tersebut dengan meminta penjelasan dari KPK.

“Namun kami minta kepada Komisi III sebagai mitra dari KPK untuk mengkaji, mendalami, serta meminta penjelasan kepada KPK,” ucapnya.

Sebelumnya, KPK mengubah struktur organisasinya dengan menambah sejumlah posisi. Struktur organisasi KPK saat ini menjadi lebih gemuk dibandingkan sebelumnya.

Perubahan itu tertuang dalam Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi (Perkom) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Komisi Pemberantasan Korupsi yang ditandatangani Ketua KPK Firli Bahuri pada 6 November 2020 dan diundangkan pada 11 November 2020. (rht)

Comments

comments