KPK Jebloskan Eks Bupati Talaud ke Lapas Sukamiskin

Gedung KPK Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ahmadi Supriyanto)

Acuantoday.com, Jakarta―Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan eks Bupati Talaud Sri Wahyumi ke lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Sri dimasukkan bui menyusul keluarnya keputusan inkrah terhadap Benhur, perantara penyuap, yang telah lebih dulu masuk bui tanggal 15 Oktober 2020.

“Terpidana dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berjamaah dan berlanjut sebagai perantara suap Bupati Talaud Sri Wahyuni,” kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta, Senin (19/10).

Benhur secara hukum berdasar putusan Mahkamah Agung pada 6 Agustus, dinyatakan bersalah sudah menjadi perantara suap antara pengusaha Benhard Hanafi dan Bupati Talaud Sri Wahyuni terkait pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tahun anggaran 2019 di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Menurut keterangan Ali, mula-mula Benhard memerintahkan Benhur, sebagai orang kepercayaannya untuk memberi suap Sri Wahyuni sebanyak dua kali.

Uang suap itu ditujukan untuk memenangkan lelang pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung senilai Rp2,965 miliar dan pekerjaan revitalisasi Pasar Beo senilai Rp 2,818 miliar tahun anggaran 2019.

Sri Wahyumi juga tercatat menerima sogok dari Benhard melalui Benhur berupa sejumlah barang-barang mewah bernilai total Rp491 juta.

Barang mahal itu mulai dari cincin merek Adelle senilai Rp76,925 juta, anting merek Adelle senilai Rp32,075 juta, 1 unit telepon selular satelit merek Thuraya beserta pulsa senilai Rp28 juta, tas tangan merek Channel senilai Rp97,36 juta, tas tangan merek Balenciaga senilai Rp32,995 juta, dan jam tangan merek Rolex senilai Rp224,5 juta,

Tak hanya itu, Ali mengatakan, Benhur ditugaskan Benhard untuk memberi suap sebesar Rp100 juta uang panjar proyek revitalisasi Pasar Beo dan Pasar Lirung.

Atas perbuatannya, Benhur bakal mendekam di bui hingga 4 tahun mendatang dengan catatan dikurangi masa tahanan.

Dengan demikian, menurut Ali, jaksa KPK sudah melaksanakan putusan MA RI No.2275 K/Pid.Sus/2020 tanggal 6 Agustus 2020 Jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI No.7/Pid.Sus-TPK/2020/PT.DKI tanggal 2 Maret 2020 Jo Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No.91/Pid.Sus/TPK/2019/PN.Jkt.Pst tanggal 9 Desember 2019 atas nama Terpidana Benhur Lalenoh pada 15 Oktober. (rwo)

Comments

comments