KPK Panggil 2 Saksi Kasus TPPU Politikus PKS Yudi Widiana Adia

Ruang lobi gedung KPK Jakarta./Foto: Acuantoday.com (Ali)

Acuantoday.com, Jakarta―Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua orang saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan eks Wakil Ketua Komisi V DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia.

“Hari ini KPK memanggil 2 orang saksi dari pihak swasta atas nama Us Ustara dan Rikit Framanik dalam penyidikan perkara dugaan TPPU terhadap Yudi Widiana,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima AcuanToday.com, Selasa (2/2).

Tiga tahun silam, penyidik KPK menetapkan Yudi Widiana Adia sebagai tersangka TPPU pada Februari 2018.

Anggota Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu diduga menerima uang Rp20 miliar saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR dari proyek-proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan.

Penyidik KPK melakukan penelusuran dan menemukan bahwa uang itu diduga disimpan Yudi dalam bentuk tunai dan juga diubah menjadi aset tidak bergerak dan bergerak seperti tanah di beberapa lokasi dan sejumlah mobil yang menggunakan nama pihak lain, sehingga melanggar pasal pencucian uang.

Selain itu, Tim Penyidik KPK juga menemukan kejanggalan antara penghasilan Yudi sebagai anggota DPR RI dengan nilai aset yang dimilikinya.

Atas dugaan pelanggaran itu, Yudi diancam dengan dakwaan Pasal 3 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang J.o Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Politikus PKS dari daerah pemilihan (Dapil) IV Jawa Barat itu saat ini menjalani vonis 9 tahun penjara karena menerima suap Rp6,5 miliar dan 354.300 dolar AS (senilai total Rp11,5 miliar) terkait konstruksi infrastruktur milik Kementerian PUPR tahun anggaran 2015 dan 2016 yang menjadi program aspirasi DPR. (mmu)

Comments

comments